AMBON-Potensi longsor bakal terjadi besar-besaran di Kota Ambon, apabila pemerintah tidak segera menghentikan aksi pembuangan galian dari Bendungan Ahuru.
“Ini akan berpotensi memperbesar longsor yang terjadi di Kota Ambon, bila pemerintah tidak segera menghentikan pembuangan galian hasil dari bendungan Ahuru ke Lereng, BTN Kebun Cengkih, yang sementara ini masif dilakukan,” kata Rais ATT, warga Kampung Kisar, kepada wartawan, Minggu, kemarin.
Menurutnya, Lerang BTN Kebun Cengkih, yang tadi hijau dengan tumbuhan pepohonan telah gundul akibat pembuangan limbah atau tanah timbunan dari Bendungan Ahuru. “Lihat saja kondisi terkini saat ini di lerang BTN Kebun Cengkih. Saat ini telah gundul. Sangat berpotensi terjadi longsong besar jika tidak diantisipasi,” ungkapnya sambil menunjuk Lerang yang mulai gundul itu.
Rais mengatakan, masalah ini tidak bisa dibiarkan. Pasalnya, musim hujan yang mulai menderah Kota Ambon, akan menyebabkan musibah longsor besar, bila tidak segera dilakukan tindakan pelarangan dari Pemerintah Kota Ambon maupun provinsi.
“Pemkot, Pemprov maupun pihak-pihak terkait harus turunh tangan melakukan pelarangan. Ini dilakukan agar jangan sampai lonsor terjadi baru dilakukan antisipasi. Sebelum terjadi kita ingatkan pemerintah,” sebutnya.
Menurutnya, warga di sekitar lerang tebing itu, saat ini mulai merasa was-was. Apalagi musim hujan sudah mulai “meyerang” Kota Ambon. “Warga sudah mulai kuatir. Karena lerang itu, yang sebelumnya hijau sudah gundul akibat pembuangan gusuran di Bendungan Ahuru, yang hampir saban hari dilakukan,” bebernya.
Selain itu, salah satu warga lainnya Farhat Kibir, juga meminta hal yang sama kepada pemkot, Pemprov dan pihak-pihak terkait untuk memperhatian serius masalah ini, sebelum longsor datang saat musim hujan nanti.
Dia menyayangkan adanya pembiaran pembuangan timbunan ke tebing BTN Kebun cengkih, yang menyebabkan penghijuan di daerah itu menjadi gundul. “Lihat saja, yang dulu hijau saat ini sudah gundul,” katanya.
Penjabat Walikota, kata Farhat, harus melihat masalah ini serius. Pasalnya, musim hujan yang tel;ah dekat, setidaknya perlu dilakukan pelarangan pembuangan timbunan ke wilayah itu. “Yang hijau harus dilindungi agar bisa cegah banjir dan longsor,” pintahnya menutup. (KT)


























