AMBON – Moluccas Corruption Watch (MCW) Wilayah Maluku sepertinya serius mendalami kasus bocornya KM Kapitan Jongker, yang dikelola BumDes Tumalehu Barat, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Ketertarikan MCW terhadap Kapal yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Perhubungan Tahun 2021 senilai Rp.2.081.600,400 itu muncul karena dianggap ada kejanggalan.
“Kejanggalannya adalah, Kapal baru diserahkan bulan Mei 2022, namun belum sampai September sudah bocor, bahkan fasilitasnya sudah banyak ilang,”kata Direktur MCW Maluku, Hamid Fakaubun, kepada Kabar Timur, Rabu (21/12).
Menurutnya, sangat tidak logis jika kerusakan tersebut dianggap faktor alam. Pasalnya, dengan anggaran Rp 2 miliar, pasti kapal tersebut sebelum di serahkan pasti diperkirakan mampu beroperasi dengan waktu lama.
Olehnya itu, Hamid mengatakan, pihaknya menduga ada penyelewengan anggaran dibalik pengadaan Kapal BumDes senilai Rp 2 Miliar tersebut.
“Coba bayangkan saja, anggarannya Rp 2 Miliar, tapi kapal hanya beroperasi beberapa bulan. Kami menduga kuat jangan-jangan pengadaannya itu dari kapal bekas bukan baru. Kalaupun baru tidak mungkin secepat itu bocor,”ujarnya.
Hamid mengaku, saat ini pihaknya sedang berupaya mengumpulkan sejumlah bukti, mengenai pengadaan kapal yang diduga ada unsur penyelewenangan anggaran negara didalamnya.



























