Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Politisi Ini Pertanyakan Proyek Air Baku Mahia

badge-check


Politisi Ini Pertanyakan Proyek Air Baku Mahia Perbesar

AMBON – Prihatin atas mandeknya proyek yang menghabiskan anggaran sebesar 1,3 Miliar itu.

Pihak terkait yang menangani proyek air baku di dusun Mahia, Kota Ambon menyatakan pekerjaan proyek telah selesai, tapi legislator DPRD Maluku ragu sudah diselesaikan.

Legislator Maluku Dapil Kota Ambon Rovik Akbar Afifuddin mengatakan proyek selesai jika keberadaannya bermanfaat untuk masyarakat. Menurut dia proyek air baku Mahia hanya selesai dari sisi infrastruktur, dari sisi manfaat belum.

“Berarti itu belum selesai,” katanya, Sabtu (17/9)

Dia menyebutkan progres pengerjaan proyek di Kecamatan Nusaniwe itu mengendap. Disebabkan pihak terkait lepas tangan dengan dalil sudah selesai pengerjaan infrastruktur.

“Informasi terakhir yang saya terima, warga setempat mendapatkan air bersih dari mata air negeri Tuni, bukan dari empat galian yang dikerjakan pihak terkait,” sebutnya

Rovik mengaku prihatin atas mandeknya proyek yang menghabiskan anggaran sebesar 1,3 Miliar itu.

“Selaku legislator Dapil Kota Ambon, saya tetap menginginkan pekerjaan air baku di Mahia dituntaskan,” tegasnya.

Jika belum bermanfaat menurutnya proyek dimaksud hanya menghambur anggaran. Menurut Rovik jika hanya memenuhi item-item pengerjaan, maka semua orang bisa.

“Kan dibangunnya proyek tersebut untuk kepentingan masyarakat. Tapi faktanya kan masyarakat masih mengeluh,” tandas Rovik

Ditambahkan, DPRD akan terus mengawal masalah ini hingga tuntas. “Kami juga minta jaksa bisa mengusutnya,” imbuhnya.

Terkait hal ini anggota DPRD Maluku itu mengingatkan Badan Wilayah Sungai Maluku (BWS) agar menuntaskan proyek air baku Dusun Mahia, Negeri Urimessing Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Menurut Rofik, hingga hari ini proyek tersebut mengendap, sedangkan kontraktor terkesan lepas tangan dengan dalil sudah selesai pengerjaan infrastruktur.

Padahal berdasarkan informasi terakhir, air yang kini digunakan oleh warga berasal dari mata air Negeri Tuni. Bukan dari kontrak proyek tersebut.

“Dengan anggaran sebesar Rp1,3 miliar proyek dari tahun 2020 ini terkesan aman-aman saja, walaupun kenyataannya berbeda dengan pelaksanaan di lapangan. Selaku legislator Dapil Kota Ambon saya tetap menginginkan pekerjaan air baku di Mahia dapat dituntaskan,” katanya. (KTA)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Maluku-Ditjen SDA Perkuat Infrastruktur Air dan Ketahanan Kepulauan

13 Mei 2026 - 02:47 WIT

15 WNA China di Gunung Botak Maluku Terancam Dideportasi

13 Mei 2026 - 02:41 WIT

Dua WNA Pendaki Gunung Dukono Malut Ditemukan Meninggal Dunia

11 Mei 2026 - 02:44 WIT

Skandal Seragam Bank Maluku Rp17 Miliar: Bidik Tersangkan, Jaksa Kejar Pernyataan 250 Pegawai

8 Mei 2026 - 07:16 WIT

Korupsi PT Dok Waiame Ambon, Wilis Ayu Lestari dan Rekan Digarap Jaksa

8 Mei 2026 - 06:55 WIT

Trending di Maluku