Sebelum Pengembalian Pengungsi Kariuw

Tuasikal Pastikan Akar Konflik Diselesaikan

KABARTIMURNEWS.COM. AMBON-Penyelesaian konflik secara baik harus dipastikan agar tidak lagi memicu pertikaian saat pengungsi kembali.

Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua memastikan akar konflik di Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah diselesaikan sebelum pengembalian pengungsi Kariu ke negeri asal.

Tuasikal menyatakan, pihaknya sedang mengupayakan setiap masalah terkait konflik Pelauw-Kariuw lebih dulu diselesaikan dengan baik. Hal itu agar di kemudian hari tidak timbul timbul korban lagi.

Menurut Tuasikal, penyelesaian konflik secara baik harus dipastikan agar tidak lagi memicu pertikaian saat pengungsi Kariu kembali.  "Karena kita tidak mau misalkan, kita kembalikan terus timbul korban lagi. Masalahnya insyaallah kita akan selesaikan dalam waktu dekat ini," cetus Tuasikal Abua usai pertemuan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (10/8).

Dijelaskan, proses pengembalian pengungsi Kariuw tidak bisa berjalan baik kalau kedua negeri, Pelauw dan Kariuw masih berkonflik. Hal itu perlu diingatkan pihaknya, terkait akar konflik dimaksud.

Yakni, ketika warga Negeri Pelauw mendesak warga Negeri Kariuw mengklaim tanah adat Ulayat Ua Rual di perbatasan di kedua Negeri tersebut. Sementara, sebaliknya warga Negeri Kariuw menyatakan siap memberikan bukti-bukti tanah adat tersebut masuk ke wilayah mereka

"Walaupun kita berupaya semaksimal mungkin tapi kalau kedua negeri ini tidak ada kesepakatan kita mau bikin apa. Perlu upaya-upaya untuk menyatukan pendapat dari kedua Negeri ini supaya kedua negeri ini bisa kembali seperti sedia kala," ingat Tuasikal Abua.

Di kesempatan itu Plh. Sekda Maluku, Sadli Ie mengaku, proses rekonsiliasi kedua negeri ini tidak mudah. Namun pihaknya, berharap dukungan moril masyarakat luas agar dapat diselesaikan.

Agar warga pengungsi Kariuw kembali ke tempat tinggalnya dan semua persoalan diselesaikan secara damai. "Kita ini khan hidup lain dengan lain berdampingan. Antara  satu dengan lain, sebagai wujud slogan orang Maluku potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa. Sagu salempeng dibagi dua, harusnya itu diutamakan," ingat Sadli.

Pertemuan turut dihadiri Pangdam XVI/Pattimura, Kapolda Maluku, Kabinda Maluku, Danlantamal IX/Ambon, Danrem 151/Binaiya, Asintel Kasdam XVI/Pattimura, Asintel Danlatamal IX Ambon. Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Maluku, Plh. Kakesbagpol Provinsi Maluku, Kasi Intelrem 151/Binaiya, Dandim 1504/Ambon, Kapolres Pulau Ambon, Asisten 1 Tata Pemerintahan, Plh PUPR Maluku Tengah, Plh Kakesbangpol Maluku Tengah, Paban Analev Guspurla Korarmada III, Pabung 1504/Ambon dan Forkopinda Plus. (KTA).

Komentar

Loading...