Permohonan Praperadilan Oknum Polda Maluku Ditolak

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Hakim Pengadilan Negeri Ambon menolak permohonan Praperadilan yang dilayangkan Kompol Cam Latarisa, tersangka kasus dugaan tindak pidana kekerasan bersama terhadap barang sesuai Pasal 170 KUHPidana ayat (1).

Kompol Cam Latarisa mengajukan permohonan praperadilan terhadap Polda Maluku karena menetapkan dirinya tersangka dalam perkara itu. Dalam persidangan Jumat pekan kemarin kuasa hukum pemohon Cam Latarissa, Fileo Flistos Noija dan Victor Tala menyatakan, Laporan Polisi No LP/B/52/I/2022 tanggal 27 Januari 2022 tidak mempunyai kekuatan mengikat untuk menetapkan pemohon praperadilan Cam Latarissa tersangka.

Alasan hukum yang diajukan Noija dan Tala, bahwa klien mereka tidak dapat dikenai pasal 170 ayat (1) KUHPidana jo Pasal 406, jo Pasal 55-56 KUHPidana yang digunakan penyidik Ditreskrimum Polda Maluku.

Tapi faktanya hakim tunggal PN Ambon menolak permohonan praperadilan Cam Latarissa. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Rum Ohoirat yang menjelaskan sidang Praperadilan Nomor:03/Prapid/2022/PN.Amb, dengan Pemohon Cam Latarissa dan Termohon Ditreskrimum Polda Maluku telah dilaksanakan.

Dalam sidang tersebut, ungkap Ohoirat,  terdapat dua pertimbangan hukum dari hakim. Diantaranya, penetapan pemohon sebagai tersangka tindak pidana kekerasan bersama terhadap barang dan atau pengrusakan, dan atau menyuruh melakukan dan atau membantu melakukan kejahatan, sebagaimana Pasal 170 ayat (1) dan atau Pasal 406 dan atau 55 dan atau 56 KUHPidana telah memenuhi unsur.

“Semua berdasarkan 2 alat bukti,  keterangan saksi dan bukti surat. Yaitu surat pembatalan perjanjian dan surat kuasa melakukan pembongkaran,” urai Ohoirat kepada wartawan di Mapolda Maluku Senin (13/6).

Pertimbangan hukum yang kedua, tambah Rum, yakni hubungan perjanjian pemohon dengan pemilik lahan bukan merupakan hubungan perdata. Pemohon Kompol Cam Latarissa hanya pengelola dan jasa keamanan dari bangunan lapak Cakar Bongkar milik saksi korban Wa Tati, apalagi pemohon bukan pemilik bangunan, tapi Wa Tati.

“Atas pertimbangan hukum itu maka hakim memutuskan menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Menghukum pemohon membayar biaya perkara sebesar nihil,” urai Roem Ohoirat.

Dengan putusan hakim tersebut, kata dia, berarti penetapan pemohon praperadilan sebagai tersangka sudah sah berdasarkan hukum. “Jadi Polda Maluku menjerat tersangka Cam Latarisa sudah sesuai ketentuan dan aturan hukum yang berlaku,” tandas Roem Ohoirat.

Menurutnya dengan ditolaknya permohonan praperadilan Kompol Cam Latarisa maka sidang kasus dugaan tindak pidana kekerasan bersama terhadap barang yang menjerat tiga tersangka ini sudah pasti bergulir ke pokok perkara di PN Ambon.

Selain Kompol Cam Latarisa, dua tersangka lain dalam kasus itu yakni Yani Luhukai, dan Sayuti Rahangtan. Mereka sudah diserahkan bersama barang bukti (tahap 2) jaksa penuntut umum Kejati Maluku pada Jumat (10/6) pekan kemarin.

Penyerahan tersangka bersama barang bukti atau Tahap II dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Dilakukan Jumat pekan kemarin antara penyidik Polda dan JPU Kejati Maluku berdasarkan LP-B/52/I/2022/SPKT/Polda Maluku, tanggal 22 Januari 2022.

Ikut diserahkan barang bukti berupa Kayu Rep berukuran 5X7 dengan panjang 1 meter, 1 buah martil dan selembar potongan atap senk berukuran panjang 100 cm, lebar 50 cm.

Setelah tahap II tersebut perkara akan ditangani jaksa hingga di persidangan. Menurutnya Tahap II menunjukan konsitensi Polda Maluku konsisten menindak oknum Polri yang dinilai merugikan masyarakat.

Cam Latarissa adalah oknum anggota Polri diketahui melakukan tindak pidana kekerasan bersama terhadap barang di kawasan Mardika. Tepatnya di  kawasan penjualan pakaian cakar bongkar Pasar Mardika Ambon.

Ketiga tersangka diduga merusak kios milik korban Wa Tati di pasar tersebut. Atas tindakan ketiga tersangka korban yang merasa dirugikan dan langsung mengadu ke Polda Maluku. (KTA)

Komentar

Loading...