Abaikan Putusan Pleno, RU Dikritisi Kadernya

Ramli Umasugi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Dianggap tak mampu jaga soliditas kader dan partai,  dengan mengabaikan keputusan rapat DPD.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Maluku, Ramli Umasugy (RU) kembali melakukan pelanggaran prosedural di internal partai Golkar, karena dianggap menindaklanjuti putusan Mahkamah Partai (MP) terkait restruktur pengurus DPD Golkar Maluku.

Wakil Ketua DPD Golkar Maluku, Dominggus Ayal menjelaskan, sebelumnya RU telah melakukan pelanggaran atas pemecatan sejumlah kader dari struktur kepengurusan DPD Golkar Maluku. Pelanggaran tersebut kemudian diajukan ke MP Golkar.

Setelah melalui proses sidang, MP Golkar kemudian memutuskan membatalkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar hasil restrukturisasi dan kembali mengesahkan SK kepengurusan yang sebelumnya.

“Menindaklanjuti putusan MP Golkar, DPD Golkar Maluku telah melakukan rapat pleno untuk mengusulkan kembali SK reshuffle ke DPP. Namun, Ramli secara sepihak telah memerintahkan Sekretaris DPD untuk menyusun sendiri struktur lalu di bawa ke DPP. Jadi yg disusun secara sepihak itu tidak sesuai dengan hasil rapat pleno,” kata Dominggus, Selasa.

Menurutnya, apa yang dilakukan RU sungguh telah melawan hukum dan melanggar peraturan organisasi terkait mekanisme pengusulan reshuffle kepengurusan. Pihaknya mengaku merasa keberatan dengan arogansi yang ditunjukkan oleh RU.

Dia menilai, sikap arogansi yang dilakukan oleh RU bisa merusak soliditas di internal partai Golkar Maluku yang sedang mempersiapkan konsolidasi secara besar menyambut Pemilu 2024. “Jadi kami dengan ini menyatakan penolakan atas struktur kepengurusan yang diatur secara sepihak dan disampaikan ke DPP,” tegasnya.

Dominggus yang juga sebagai salah satu tim terbatas penyusun reshuffle kepengurusan DPD Golkar Maluku mengaku, tim yang telah diamanatkan untuk menyusun reshuffle pengurus telah diabaikan. Karena, secara diam-diam, RU telah mengusulkan nama ke DPP lewat Sekretaris DPD Golkar Maluku.

“Jadi RU tidak mampu menjaga soliditas kader dan partai, karena telah mengabaikan keputusan rapat DPD,” tandasnya.

Hal yang sama juga diakui Wakil sekretaris DPD Golkar Maluku, Berti Nanulaita. Menurutnya, rapat pleno kemarin hanya membacakan putusan mahkamah terkait usulan reshuffle tersebut. Bahkan hasil rapat pleno telah menyepakati untuk diserahkan ke Tim.

“Dalam rapat, kita sudah sepakat untuk urusan reshuffle itu diserahkan kepada tim. Kami sangat menyesalkan sikap pak Ramly yang mengabaikan hasil rapat yang dipimpinnya sendiri,” ungkapnya. (*/KT)

Komentar

Loading...