KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Orator demo BAKH dianggap provokatif dan mengandung unsur ujaran kebencian.
Puluhan warga pemuda dan pemudi yang tergabung dalam wadah Boy, Aboru, Kariu dan Hualoy (BAKH), mengelar aksi demo, di tiga lokasi, masing-masing, Kantor DPRD Maluku, Kantor Gubernur dan Kantor Polda Maluku, Rabu 9 Februari 2022, lalu.
Mereka meminta Gubernur Maluku Murad Ismail, dan Kapolda Maluku Irjen Pol. Lotharia Latif, segera pulangkan masyarakat Kariu ke kampungnya, pasca konflik 26 Januari 2022. Untuk diketahui, akibat konflik dengan warga Ori, Negeri Pelauw, membuat masyarakat Kariu hingga saat ini masih berada di lokasi pengungsian.
Aksi demo BAKH ini dianggap babak baru, terhadap persoalan kedua pihak, yakni Kariu dan Ori-Pelauw. Pernyataan orator Komarudin Tubaka dianggap provokatif dan mengandung unsur ujaran kebencian.
Komarudin Tubaka, salah satu orator BAKH asal Desa Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB, jadi sorotan atas pernyataannya saat menyampaikan aspirasi.
“Maluku ini katong (kita) empat negeri (BAKH) bisa bula bale (putar- balik) akang (dia) dalam hitungan detik,”kata Komarudin dalam orasinya yang dianggap provokatif, pada Rabu 9 Februari 2022 lalu.
Bukan saja itu, Komarudin dalam otaknya juga mengatakan, akan menyisir seluruh Kota Ambon, apabila tuntutan mereka dalam aksi unjuk rasa tidak dipenuhi secepatnya.
“Gandong Booi, Aboru, Kariu, dan Hualoy, datang dengan massa yang sedikit sesuai dengan katong (kita) punya arahan.Tapi besok (kemarin), ketika katong punya tuntutan tidak dipenuhi, semua kota akan katong sisir,”tegas Komarudin yang dianggap provokator.
Pernyataan Komarudin dalam aksi tersebut ternyata berbuntut panjang, karena mendapat tanggapan dari Hatuhaha Amarima Bersama Pela-Gandong Tuhaha Beinusa Amalatu-Titawaai.
Ketua Ikatan Keluarga Besar Hatuhaha (IKBH) Pelauw, Syahrudin Latuconsina, kepada Kabar Timur, Kamis (10/2) kemarin mengaku, pernyataan Komarudin saat orasi telah mendapat respon tegas.
Dikatakan, kondisi pasca konflik antara Kariu dengan masyarakat Adat Pelauw/Ory di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, memasuki babak baru, setelah Negeri Booi, Aboru, Kariu dan Hualoy membangun koalisi berdasarkan ikatan gandong dan berunjuk rasa di Ambon.
Hal ini mendapat perhatian dan disikapi serius Pela-Gandong Tuhaha Beinusa Amalatu, Titawaai Lesinusa Bersama Hatuhaha Amarima menyampaikan pernyataan sikap mereka.
Dia menyebutkan, pernyataan sikap telah dibuat bersama Pela-Gandong Tuhaha Beinusa Amalatu, Titawaai Lesinusa dengan keluarga besar Hatuhaha Amarima: Hulaliu, Kailolo, Kabau, Rohomoni, Pelauw dan Dusun Ory, di Markas Garda Maningkamu Pelauw, di Jakarta Rabu 9 Februari 2022
Dalam pernyataan sikap tersebut, dia mengungkap, salah satu poin menyebutkan bahwa meminta Polda Maluku segera menangkap orator demo dalam aksi yang mengatasnamakan BAKH.
“Tangkap orator bernama Komarudin Tubaka, karena dinilai telah menjaga pernyataan yang bisa berpotensi menimbulkan konflik, karena pernyataan-pernyataannya provokatif dan mengandung ujaran kebencian,”tegasnya.



























