KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Pengadaan kapal operasional Pemerintah Daerah (Pemda) Seram Bagian Barat (SBB), yang dianggarkan melalui Dinas Perhubungan setempat senilai Rp 7,1 miliar bersumber dari APBD 2020, hingga kini tak ada kabar.
Padahal sebelumnya, Kapal operasional seharga miliaran rupiah itu, dikabarkan akan tiba pada akhir April 2021 lalu. Namun, hingga masuk Januari 2022 ini, Kapal Rp 7,1 Miliar itu tak kunjung tiba. Kabarnya pun hilang bak ditelan bumi.
Wakil Direktur Bidang Hukum, HAM dan Lingkungan Hidup, Mollucas Corruption Watch (MCW) Wilayah Maluku, Andi Takdir Palaguna, Kepada Kabar Timur, Selasa (11/1) mengaku, hal tersebut penting disoroti.
Dikatakan Takdir, Bupati SBB Timotius Akerina mestinya dapat mengambil peran penting, dalam menyelesaikan persoalan Kapal Pemda senilai Rp 7,1 Miliar itu, disisa masa jabatan empat bulan ini.
“Bupati jangan sibuk dengan kepentingan persiapan perhelatan politik di 2024, dan lupa akan tanggungjawab menyelesaikan persoalan Kapal Pemda. Sebab kapal itu pakai uang rakyat,”katanya.
Persoalan Kapal Pemda yang tak kunjung tiba, lanjut Takdir, mestinya menjadi prioritas dalam kerja Akerina sebagai Bupati SBB, dalam melanjutkan tongkat kepemimpinan Almarhum M. Yasin Payapo.



























