KABARTIMURNEWS.COM,MASOHI, – Saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah sedang berupaya menurunkan angka stunting. Sejumlah warga menyarankan, agar upaya tersebut bisa dilakukan dengan target jangka pendek.
“Untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Maluku Tengah, maka banyak hal yang bisa dilakukan. Namun, memberantas stunting alangkah baiknya dilakukan dalam target jangka pendek, ” kata Ian, Salah satu warga Kabupaten Maluku Tengah, Senin (10/1).
Menurutnya, pihaknya sangat mendukung upaya pemberantasan stunting, yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) di tahun 2022 ini.
“Menurut saya, rencana Pemda untuk memberantas stunting yang angkanya cukup tinggi di kabupaten Maluku Tengah ini, perlu mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari masyarakat, agar bisa terealisasikan, ” jelasnya.
“Banyak yang bisa dilakukan, tapi kalau bicara prioritas dalam waktu pendek, maka harus juga melihat bagaimana dukungan organisasi kemasyarakatan, untuk mendukung pelaksanaan program daerah, “tambahnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pemetaan kontribusi dari organisasi masyarakat sipil, untuk interfensi fokus terhadap pencegahan stunting, juga dapat dilakukan. Seperti mengadvokasi kepada pemerintah negeri maupun desa.
“Harus bisa melibatkan masyarakat untuk hal ini. Misalnya, program dari masyarakat sipil bisa masuk, agar masyarakat bisa memberikan info, bisa memberikan masukan, apakah advokasi, atau perbaikan gizi dan kampanye, penguatan kesehatan dan aktivitas mendukung air bersih, banyak sekali bisa dilakukan dan butuh pemetaan jelas,, “imbuhnya.
Pada prinsipnya, dirinya sangat menyambut baik rencana Pemda itu. Dia juga mengaku, pemberantasan stunting di Maluku Tengah, dapat semakin membuat masa kepemerintahan Tuasikal Abua-Marlatu Leleury, sebagai Bupati dan Wakil Bupati semakin dinilai sukses. (KTE)


























