KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau secara online di Kota Ambon, hanya akan dilakukan bagi para guru dan siswa, yang belum disuntik Vaksin COVID-19.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon, Edy Tasso, Selasa (28/12) kemarin mengaku, proses pembelajaran di Ibukota Provinsi Maluku itu, akan menggunakan metode yang bersifat esensial.
“Materi pembelajaran bersifat esensial . Atau menggunakan metode campuran antara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM),”katanya.
“Jadi bagi guru yang belum divaksin, maka proses pembelajarannya hanya bisa dilakukan, melalui pembelajaran jarak jauh, begitu juga sebaliknya,”tambah Edy.
Terkait dengan teknis Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Ambon, yang rencananya digelar Januari 2022, Edy mengaku, akan disesuaikan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 66.
“Sesuai dengan instruktur tersebut, untuk maksimal kursi yang diatur dalam satu ruangan yaitu 18, 15, dan ada juga yang 16 kursi. Tempat cuci tangan juga harus siap, serta pemberlakuan shift belajar,”ujarnya.
Tidak hanya itu, Edy mengatakan, nantinya dari proses pembelajaran, siswa yang hadir minimal 50 persen dari total 100 persen per kelas, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
“Durasi waktu pembelajaran ditentukan oleh satuan pendidikan, tapi kita menyediakan opsi agar sekolah dapat memilih sesuai dengan kebutuhan sekolah. Apakah dalam seminggu dua kali, atau menggunakan shif A shif B, itu diatur oleh sekolah,”tandasnya. (AMA/JAHRA/MAGANG)


























