KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak tahun lalu, memberi dampak yang luar biasa bagi seluruh lapisan masyarakat di negeri ini, termasuk para pedagang kaki lima di pasar Mardika, Kota Ambon.
Ibu Mis, salah satu pedagang yang ditemui Kabar Timur, Selasa (17/8) di Pasar Mardika Ambon, mengatakan, dengan adanya pandemi covid-19, pendapatan per hari dari hasil dagangannya cukup menurun.
“Sekarang rasanya beda jauh sekali dengan yang dulu,” ujarnya.
Dia mengaku, sudah 16 tahun berjualan di Pasar Mardika Ambon. Pendapatan yang diperoleh semenjak belum adanya covid-19, terasa lebih baik. Tapi setelah corona menyerang, kebutuhan ekonomi sedikit sulit dipenuhi.
“Dulu, setiap tahun saya bisa pulang ke kampung halaman di Bau-Bau. Namun sejak adanya Covid-19, saya belum pernah pulang kampung,” tutur ibu empat anak itu.
Menurutnya, PPKM yang sempat berlaku beberapa minggu di Kota Ambon, juga memberikan dampak lebih bagi mereka para pedagang. Sebab, selain kurangnya pembeli, mereka juga harus menutup toko lebih awal.
Ditanya mengenai perhatian yang diberikan pemerintah, Ibu Mis menyatakan, ia belum pernah mendapatkan bantuan. “Kurang tahu kalo di tempat lain, tapi kalau saya sendiri tidak pernah ada yang seperti itu,” beber dia.
Pedagang lainnya, Ibu Uni pun mengaku hal yang sama. Dikatakan, selain untuk mencukupi kebutuhan hidup, kebutuhan sekolah anak juga harus tercukupi.
Memiliki seorang anak yang masih berkuliah di Universitas Pattimura, Ia harus bisa membagi pengeluaran dengan benar. “Selama ada pandemi ini katong setengah mati deng bingung. Apalagi ada anak yang kuliah, salah-salah katong seng bisa makan,” paparnya.
Ibu dua anak ini juga mengatakan tidak pernah merasakan perhatian dari pemerintah setempat. “Mungkin yang lain dapat, tapi beta sendiri seng pernah rasa. Sampai pasar dibongkar jua, beta seng pernah dapat bantuan,” katanya.
Dia berharap, semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga kebutuhan ekonomi bisa seperti dulu lagi. , “Katong cukup setengah mati lagi. Semoga pandemi ini cepat berlalu,” harapnya.
(MG1)


























