KABARTTIMURNEWS.COM,AMBON, – Kerja tenaga kesehatan (nakes) dalam menangani pasien covid-19 tentu sangat menguras waktu maupun tenaga. Mereka menjadi garda terdepan penangan covid-19 di setiap daerah.
Supaya kerja mereka lebih giat dalam menghadapi pandemi ini, pemerintah kemudian memberikan mereka dengan penambahan insentif. Sayang, insentif ini belum dibayar merata. Misalnya di Maluku, masih ada nakes di beberapa rumah sakit yang belum menerima insentif
Padahal, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Setda Maluku, Zufkifli Anwar beberapa waktu lalu telah menyampaikan dalam rapat kerja bersama DPRD Maluku, bahwasanya anggaran untuk pembayaran insentif tenaga medis sudah ada.
Menyikapi hal ini, Ketua tim I Gugus Tugas (Gustu) DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut menegaskan, masalah ini akan menjadi perhatian serius tim I Gustu DPRD.
Dikatakan, perhatian ini akan ditindaklanjuti dengan mengundang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku maupun pihak rumah sakit guna meminta kejelasan perihal molornya pembayaran insentif itu.
”Kita akan segera mengagendakan rapat bersama dinas kesehatan dan pihak rumah sakit agar dapat mengetahui secara pasti terhambatnya pembayaran insentif tenaga medis terutama rumah sakit DR Haulussy Ambon,” kata Sairdekut di Ambon, Selasa (27/7).
Ditambahkan, semua kejelasan terkait pembayaran insentif nakes baru akan diketahui setelah rapat dilakukan.
“Nanti setelah rapat baru bisa kita ketahui kendalanya karena apa dan apa. Tapi, kita tetap dorong agar semua nakes yang bertugas bisa mendapatkan insentifnya itu,” pungkasnya.
Sekadar tahu, untuk RSUD Haulussy Ambon, masih ada sejumlah nakes yang belum menerima pembayaran insentif terhitung sejak bulan Januari 2021 sampai akhir Juli ini.
Sementara di rumah sakit DR Umarella Tulehu, belum diketahui pasti jumlah nakes yang belum menerima insentif. (KTY)



























