KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Medsos bukan sarana pembuktian bagi Kim Marcus kalau ada dana disiapkan menutup kasus.
Skandal dugaan korupsi di PT Kalwedo mulai menggelinding jadi bola liar. Bukan saja eks Plt Dirut Lucas Tapilouw, oknum anggota DPRD Kabupate MBD Kim Devit Markus juga disebut-sebut ikut terseret. Konon, peran Kim di pusaran skandal ini sebagai “negosiator” agar mantan bos PT Kalwedo Noach tak diusut institusi Kejaksaan.
Dari informasi digital yang dihimpun Kabar Timur terkait Kim Marcus, yang bersangkutan menyebutkan salah satu mantan oknum pejabat daerah berinisial SL memintanya mencari jalur komunikasi di Kejati Maluku agar kasus korupsi terkait KMP Marsela milik PT Kalwedo tak diusut.
Tak tanggung-tanggung dana ratusan juta disiapkan menalangi kasus yang tengah diusut Kejati itu. Tapi apakah duit sebanyak itu telah mengalir ke Kejati atau tidak, belum dipastikan. Hanya saja Kasipenkum Kejati Maluku Wahyudi Kareba menepis keras ketika dikonfirmasi.
“Itu fitnah! Kalau ada uang semacam itu untuk kita,” cetus Wahyudi kepada Kabar Timur di ruang kerjanya, Rabu kemarin. Menurutnya, medsos bukan sarana pembuktian bagi Kim Marcus kalau ada dana disiapkan untuk menutup sebuah kasus di Kejati “Kalau UU ITE mungkin iya, tapi itu pidana umum boleh, bukan Tipikor,” ujarnya.
Menyikapi jejak digital Kim Marcus, pengacara Rony Samloy mengaku informasi tersebut bukan hal baru. Dia mengaku pernah hendak mempolisikan yang bersangkutan. Kuasa hukum Bupati Noach itu menyebutkan kasus mantan anggota DPRD Kabupaten MBD, Kim Markus merupakan sangkaan, pencemaran nama baik dan fitnah lewat media sosial.
“Tapi waktu itu dia lari ke Jakarta, seng jadi lapor” kata Rony melaui telepon seluler soal laporan yang disiapkan tahun 2020 itu.
Sebagaimana diketahui dalam ciutannya Kim Markus di Medsos facebook, tertanggal 17 July 2020, disebutkan:
#siapsenior kopor hijau pertama itu 500 jt, akang dalam pecahan 100 merah2 samua e. Orderan pertama jang sampe ada panggilan sampe habis Pemilu. Maka itu, biar Ade Nus demo, sampe air karing jua tar ada panggilan dari tuan direktur. Colek tuan aimud, kopernya bagus jadi beta simpan akang, karena beta kase kaluar akang taru dipalastik hitam. DONG TAR BARANI LAPOR BETA,” ciut Kim Markus. (KTA)

























