KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi Asesmen Nasional kepada para Kepala Sekolah SMA dan SMK.
“Terakhir kemarin, kita melakukan sosialisasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tepatnya di SMA 6 Kepulauan Tanimbar, “ kata Sekertaris Disdikbud Provinsi Maluku, Hussein, Rabu (30/6).
Dijelaskan, perlu dilakukan sosialisasi tersebut karena sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim, bahwa Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)akan ditiadakan, dan resmi diganti dengan pelaksanaan Asesmen Nasional.
“Pelaksanaan Asesmen Nasional tersebut, merupakan primadona tentang kebijakan merdeka belajar, serta dalam rangka memantapkan mutu secara satuan pendidikan wilayah, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun secara nasional, “ jelasnya.
Menurutnya, ada tiga hal yang terkait Asesmen Nasional yang akan diuji. Pertama adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang terdiri dari kemampuan Literasi dan kemampuan Numerasi.
“ Yang kedua adalah Survei Karakter dan yang ketiga adalah Survei Lingkungan Belajar. Ketiga hal tersebut akan diuji mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, hingga SMA sederajat dan semuanya itu berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik), “ungkapnya.
Dia menambahkan, dengan adanya kasus varian Covid-19 baru yang kembali mewabah belakangan ini, turut berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Namun, keputusan tentang pelaksanaan Asesmen Nasional adalah keputusan negara.
“ Seperti contoh, jika dulunya UNBK tahun 2020 hanya dilaksanakan pada jenjang SMA, tetapi tiba-tiba dengan adanya Covid-19 yang makin mengganas sehingga kemudian dibatalkan. Sekarang ini bukan lagi dibatalkan, namun dihapuskan UNBK dan diubah menjadi Asesmen Nasional,”paparnya.
Pelaksanaan Asesmen Nasional, diakui tergantung dari perkembangan, dan diputuskan oleh Pemerintah Pusat. “Pak Mentri sudah putuskan agar tahun ajaran baru ini, tatap muka secara terbatas sudah dilakukan, “ ujarnya.
“Hanya saja, dengan adanya perkembangan virus varian baru ini, kita juga belum tau, namun seluruh SMA, SMK, maupun SLB sudah diinstruksikan untuk mengisi instrumen, sesuai Dapodik tentang kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan,” tutupnya.
(KTE)


























