KABARTIMURNEWS.COM,PIRU-Anggaran pengadaan Kapal Pemerintah Daerah (Pemda) Seram Bagian Barat (SBB), senilai Rp 7,1 Miliar, telah dibayar sebesar 75 persen kepada pihak ketiga.
“Kita sudah bayar 75 persen. Sisanya yang 25 persen itu, akan dicairkan lagi setelah kapal tiba di Ibukota Kabupaten, Kota Piru, “ kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Kapal operasional Pemda SBB, Wiwin, kepada Kabar Timur.
Menurutnya, terkait progres pekerjaan kapal tersebut, sejauh ini sudah mencapai 80 persen. “Sisa 20 persen itu, tinggal pemasangan mesin saja, dan mesinnya sudah ada dari Jepang, “ tutur Wiwin.
“Jadi sudah tidak ada masalah, bahkan kalau ada yang bilang itu kapal bekas itu tidak benar. Sebab, pekerjaannya itu diawasi langsung Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), yang merupakan BUMN untuk memberikan sertifikasi kapal, jadi tidak sembarang, “ tambahnya.
Dijelaskannya, saat ini pihaknya masih memberikan waktu kepada pihak ketiga yang menangani pekerjaan kapal tersebut, agar jika kapal telah tiba sudah tidak ada lagi kendala berarti.
“Kita kasih waktu, agar saat kapal tiba sudah tidak ada masalah teknis lagi, dan bisa memenuhi spesifikasi kontrak yang telah kita ajukan. Jadi ini yang kita jaga, jangan sampai kapalnya sudah sampai, lalu ada hal-hal teknis yang tidak sesuai, “ terangnya.
Dia mengaku, dalam pembuatan kapal Operasional Pemda yang sempat menjadi polemik dikalangan masyarakat, lantaran mempertanyakan waktu pekerjaan kapal itu, dia mengaku ada terjadi beberapa perubahan.
“Dalam desainnya sendiri ada terjadi beberapa perubahan. Awalnya itu ada tempat istirahat didalam kapal, namun sudah dirubah menjadi ruang rapat, “ jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, Kapal operasional Pemda SBB yang memakan anggaran Rp 7,1 Miliar itu, dipastikan tiba di Ibukota Kabupaten, pada Juli 2021. “Paling lambat bulan depan, sudah tiba, “tutupnya.(KTE)



























