KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, resmi membuka pelaksanaan Sidang Majelis Daerah Maluku, Gereja Bethel Indonesia (GBI) II, di GBI Grace Family Home, Kudamati, Ambon, Kamis (27/5).
Orno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Gereja Bethel Indonesia Maluku, atas penyelenggaraan Sidang Majelis Daerah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan gereja pada Majelis Daerah Maluku.
“Kita bersyukur sebab hanya oleh kemurahan Tuhan, GBI Maluku dapat menyelenggarakan Sidang Majelis Daerah yang ke-II kali, “kata Wakil Gubernur Maluku itu.
Dikatakan, Ini merupakan peristiwa iman yang patut disambut dengan sukacita dan tekad kuat untuk lebih sungguh-sungguh dalam melayani dan bersaksi, khususnya pelayanan gerejawi lingkup GBI Maluku.
Menurutnya, Gereja adalah persekutuan dan kehidupan religius bersama Allah, yang berpusat pada penyelamatan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus.
“Mencermati pentingnya makna keberadaan Gereja bagi umat Kristiani, maka penyelenggaraan persidangan ini tentunya tidaklah dimaknai hanya sebatas kegiatan seremonial semata,”harap Orno.
Orno menambahkan, persidangan tersebut tetapi diharapkan dapat menjadi wahana pembinaan, dan pengembangan mental spiritual umat kristiani, yang berakar pada persekutuan dalam membangun iman dan jati diri.
Untuk itu, dikatakan Orno, pelaksanaan persidangan tersebut tentunya menjadi momentum strategis, guna melakukan evaluasi terhadap program kerja dan kegiatan pelayanan yang telah dilaksanakan, serta menjadi wahana dalam membahas serta menggodok perencanaan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan.
Momen-momen pelayanan gerejawi ini, lanjutnya, dapat menjadi kesempatan untuk terus bangkit membangun gereja maupun masyarakat.“Kita semua tentunya menyadari bahwa tantangan pelayanan keumatan semakin kompleks, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,”ujarnya.
“Dinamika masyarakat yang berkembang dengan pesat, membuat pihak GBI Maluku harus terus mengembangkan model-model pelayanan, yang kreatif dan inovatif.
terobosan-terobosan pelayanan perlu dilakukan sehingga eksistensi gereja makin berdampak bagi pertumbuhan iman, umat maupun kemajuan masyarakat,” tutupnya.
Untuk diketahui, pembukaan sidang tersebut juga dihadiri Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Djamaluddin Bugis, dan Ketua PGIW Maluku. (KTE)


























