Syahrisal Imbar Jabat Dirut Bank Maluku-Malut

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Syahrisal Imbar pensiunan PT. Bank Mandiri (Tbk) Makassar-Sulawesi Selatan, resmi menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT. Bank Maluku dan Maluku Utara (Malut), melalui hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, 6 April 2021 lalu, di Jakarta.

Komisaris Utama PT. Maluku dan Malut, Muhammad Armyn Syarif Latuconsina, kepada wartawan di kantornya, Senin (19/4) kemarin, membenarkan hal tersebut. Imbar dinyatakan lulus penilaian Fit and Propertest (Kemampuan dan Kepatutan) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan berhak duduk mengisi jabatan yang hampir tiga bulan kosong itu.

“Pengangkatan Pak Syahrisal Imbar sebagai dirut ini untuk mengisi kekosongan jabatan dirut selama tiga bulan, setelah permohonan pengunduran diri Pak Arief Burhanudin Waliulu dari jabatannya sebagai dirut diterima,” katanya.

Dengan begitu, saat ini sudah tidak ada lagi yang namanya Plt dalam struktur Bank Maluku-Malut. “Jetty Likur yang sebelumnya dipercayakan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT. Bank Maluku-Malut, sudah kembali bertugas sebagai Direktur Pemasaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, komposisi pengurus dewan direksi PT. Bank Maluku-Malut saat ini telah terisi penuh. Diantaranya, Direktur Utama Syahrisal Imbar, Direktur Pemasaran Jetty Likur, Direktur Kepatuhan Abidin, dan Direktur Umum Pierre Edwin Mahulete.

“Dengan komposisi ini, kita berharap Bank Maluku-Malut bisa lebih baik lagi kedepannya, walaupun saat ini sudah lebih baik. Mudah-mudahan dengan terisinya kekosongan jabatan dirut ini, semua kinerja bisa lebih ditingkatkan lagi,” jelas Sam.

Sedangkan untuk komposisi dewan komisaris PT. Bank Maluku-Malut, terdapat Komisaris H. Nadjib Bachmid, dan Komisaris Independen Esterlina Nirahua, dan masih tersisa jabatan Komisaris Independen yang diagendakan dalam waktu dekat ini akan diusulkan ke OJK untuk mengikuti penilaian Fit and Propertest.

“Yaitu saudara Adly Banjar yang beberapa waktu lalu sudah kita usulkan, namun oleh OJK belum diterima, dan diberi kesempatan enam bulan setelah itu diusulkan kembali. Sehingga bulan April ini tepat sudah enam bulan kita usulkan lagi,”ungkapnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang menyiapkan surat-surat terkait hal tersebut.”Mudah-mudahan, tidak ada halangan sehingga dalam waktu dekat bisa mengikuti Fit and Propertest, dan bisa ditetapkan sebagai Komisaris Independen.  Dengan begitu, lengkaplah sudah kepengurusan dan direksi PT. Bank Maluku-Malut,” harapnya.

Lebih jelas, dia menuturkan, dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa, 6 April 2021 lalu, telah dilaksanakan RUPS Tahunan menyangkut tanggungjawab neraca keuangan, dan RUPS Luar Biasa dengan dua agenda.

Pertama tentang skenario pemenuhan modal inti sesuai POJK 12, dan yang kedua adalah yang paling utama soal pengangkatan Direktur Utama PT. Bank Maluku-Malut setelah Syahrisal Imbar dinyatakan lulus uji Kemampuan dan Kepatutan oleh OJK.

“Beberapa keputusan yang sudah diambil RUPS Tahunan, tentu merupakan laporan kinerja direksi dan semua agenda yang kita usulkan untuk dirapatkan pada RUPS Luar Biasa telah disetujui oleh pemegang saham, termasuk laporan pertanggungjawaban kinerja pengurus dan kinerja dewan komisaris,” jelasnya.

“Intinya, di tiga tahun terakhir ini capaian-capaian kita mulai dari laba, dan keuangan semua memenuhi syarat dan mancapai target. Alhamdulillah semua kembali disetujui,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Dirut PT. Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar, menyampaikan laporan Kinerja dan Rasio Keuangan Utama PT. Bank Maluku-Malut Tahun 2020, yakni untuk dana pihak ke tiga berjumlah Rp 5.227.952.944.847, penyaluran kredit Rp 4.965.438.824.981, dan laba sebelum pajak Rp 239.421.793.066.

Selain itu, lanjut Imbar, CAR PT. Bank Maluku-Malut terjaga pada tingkat 26,14 persen dari kewajiban minuman positif delapan persen. Kemudian ROA 2,81 persen, ROE 15,85 persen, NIM 7,45 persen, BOPO atau biaya operasional terhadap pendapatan operasional 75,23 persen, LFF nya berbandingan antara Lot Tanding di 89,60 persen, LDR 94,98, dan NPL Gross 1,90 persen.

“Kami sampaikan juga kinerja triwulan pertama untuk total aset saat ini sampai Maret 2021 di realisasi Rp 8.409.164.656.316, tumbuh 13,19 persen, pencapaiannya adalah 106,26 persen dari target yang direncanakan Rp 7,8 triliun. Sedangkan total penyaluran kredit Rp 5,4 triliun dengan pencapaian 100,55 persen. Kemudian dana pihak triwulan satu Rp 5,8 triliun tertulis 11,74 persen,” terangnya.

Untuk CAR, lanjut Imbar, sampai dengan triwulan satu itu di 28,53 persen, dimana CAR ini masih terjaga cukup bagus. Kemudian ROA nya juga 3,43 persen, ROE 18,27 persen, NIM 7,84 persen, BOPO 69,27 persen, NPL Gross 1,95 persen, dan LDR 86,20 persen.

“Jadi pertumbuhannya jika dibandingkan dengan triwulan satu tahun 2020 atau dengan pencapaian 102,06 persen, kemudian laba sebelum pajak di Rp 72,5 miliar atau mencapai 102,51 persen dari target yang direncanakan, yakni Rp 70,3 miliar. Sehingga, laba bersihnya Rp 56,5 miliar atau mencapai 102,4 persen dari target yg direncanakan sebesar Rp 55,1 miliar,” tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...