Dua Ruas Jalan di Ambon Resmi Dijadikan KTL

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Dua ruas jalan di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon masing-masing jalan A.Y. Patty dan Slamet Riyadi resmi ditetapkan sebagai Kawasan Tertib Lalulintas (KTL).

Peresmian KTL ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri. Launching KTL digelar di atas ruas jalan Slamet Riyadi, depan Monumen Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon, Rabu (7/4).

“Kita baru saja melaunching KTL. Ini merupakan pilot proyek di Kota Ambon. Mudah-mudahan ada KTL lain pada kabupaten kota di Maluku,” kata Refdi kepada wartawan usai kegiatan tersebut

Menurutnya, KTL ditetapkan dengan peraturan Walikota Ambon nomor 13 tahun 2021. Untuk menjadikan dua ruas jalan ini sebagai KTL, pihaknya lebih dulu melakukan studi kelayakan serta sejumlah proses lain.

Dikatakan, pada kesempatan ini juga, Polda Maluku melakukan fokus grup diskusi yang melibatkan forum lalulintas tingkat kota, provinsi, perguruan tinggi, TNI dan unsur masyarakat sebagai pengamat transportasi dan kebijakan publik, serta sejumlah pakar psikologi.

“Mudah-mudahan dua kawasan KTL yang ditetapkan ini akan terus diawasi sebagaimana mestinya, dan betul-betul punya daya ungkit untuk keamanan, ketertiban, kelancaran dan keselamatan lalulintas di Kota Ambon,” harapnya.

Mantan Kakorlantas Polri ini menghimbau kepada pengguna jalan untuk tidak memaknai tertib berlalulintas hanya pada dua ruas jalan KTL tersebut semata. Tapi semua jalan harus tertib.

“Lalulintas ini adalah urat nadi kehidupan. Lalulintas ini adalah cermin budaya bangsa, itu harus kita pegang betul sehingga apa kita lakukan hari ini punya daya ungkit untuk keamanan, ketertiban, kelancaran dan keselamatan,” ungkapnya.

Kapolda mengingatkan seluruh masyarakat serta pemilik kendaraan agar saat bergerak di jalan raya bisa memahami betul apa yang akan dilakukan. Setiap pengguna jalan diminta untuk menerapkan manajemen lalulintas yang baik, serta mampu mengimplementasikan jalan yang berkeselamatan.

“Kendaraan yang melintas di semua ruas jalan ini harus kendaraan yang berkeselamatan dengan pengemudi juga yang berkeselamatan. Sehingga jika terjadi kecelakaan lalulintas harus segera kita tangani. Dan siapapun yang melintas wajib hukumnya memberikan pertolongan dan lain sebagainya,” pintanya.

Dia mengaku, di Maluku, hanya baru sekitar 35 persen masyarakat yang mematuhi rambu-rambu lalulintas. Ini bisa dilihat dari masih banyaknya ditemukan pelanggaran-pelanggaran, maupun kejadian-kejadian lalulintas.

“Tanggal 10 ke depan Ditlantas Polda Maluku bersama Satlantas Polresta Ambon akan melaksanakan FGD tentang Implementasi KTL di Kota Ambon. Yang mana telah ditetapkan dua lokasi yaitu Jalan A.Y Patty dan Slamet Riyadi,” katanya.

KTL merupakan kawasan yang dibangun, dibina dan diawasi agar dapat mencerminkan, mengimplementasikan, bagaimana berlalulintas yang baik dan benar. Selain itu, KTL juga dibangun untuk mewujudkan Kota Ambon sebagaai Ibukota Provinsi yang aman, tertib, lancar dan berkeselamatan.

“Terima kasih kepada Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon yang telah menerbitkan peraturan No 13 Tahun 2021 tanggal 8 Maret 2021 Tentang Penyelenggaraan KTL di Kota Ambon,” tandasnya.

Sekadar tahu, peresmian KTL dihadiri Pangdam XVI/Patimura Mayjen TNI Jeffry Rahawarin, Danlantamal IX/Ambon Laksamana Pertama TNI Eko Joko Wiyono, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Jan de Fretes, Sekda Maluku Kasrul Selang, Ketua DPRD Ambon Ely Toisuta dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Turut hadir juga Irwasda Maluku, Kapolresta Ambon, Dandim 1504 Ambon, Sekretaris Kota Ambon, Pimpinan Ambon Ekspres, Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Pejabat Utama Polda Maluku, Pejabat Utama Kodam XVI/Patimura Ambon, Kapala Cabang BRI Ambon, Kepala Jasa Raharja yang diwakilkan. (KTY)

Komentar

Loading...