Marcus Penturi Cs  Resmi Dipecat, Kasusnya Bergulir

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Partai Demokrat (PD) Maluku, resmi memecat 11 kader yang terlibat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara, yang di nahkodai Marcus Penturi.

Pemecatan Penturi Cs itu, dilakukan pasca dikeluarkannya keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, yang menolak pengesahan kepengurusan Partai Demokrat KLB di Deli Serdang, dibawah pimpinan Moeldoko, Rabu (31/3).

Kepada wartawan di Ambon, Rabu kemarin, Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina mengaku, pemecatan terhadap Penturi Cs merupakan ganjaran yang harus diterima atas penghianatan terhadap kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Kami sudah usulkan dipecat dan dikeluarkan dari kepengurusan Partai Demokrat. Jadi tidak ada lagi, yang kemarin ikut KLB tidak ada lagi dalam kepengurusan Demokrat di Maluku,” tegasnya.

Walaupun telah dipecat,  laporan polisi terhadap 11 orang (Penturi Cs) yang mengatasnamakan DPC Maluku, mengikuti KLB, padahal tidak memiliki kewenangan, tetap berlanjut di pihak kepolisian. “Kami minta Polda Maluku tetap memproses laporan DPD Demokrat Maluku, terhadap 11 orang tersebut, karena ini menyangkut kebenaran, “ungkapnya.

Lebih lanjut, Roy mengaku, DPD Demokrat Maluku akan mengawal perkembangan atas laporan tersebut, serta melalui tim hukum selalu mempresure agar laporan dimaksud tetap ditindaklanjuti pihak kepolisian.  “Dengan keputusan Kemenkum HAM, saya kira seluruh kader Demokrat di Maluku tetap tenang dan fokus melakukan konsolidasi partai, guna menghadapi Pemilu 2024 mendatang, “ harapnya.

Roy menambahkan, dari pertama persoalan KLB Demokrat, pihaknya yakin kubu AHY akan mendapatkan hasil baik dalam proses di Kemenkum HAM. “Sejak awal DPD Demokrat Maluku telah optimis kepengurusan Moeldoko pasti akan ditolak, karena sesuai AD/ART itu, 2/3 dari Ketua DPD dan 1/2 ketua DPC tidak hadir pada KLB yang digelar di Deli Serdang. Makanya atas dasar itu mereka ditolak, “ tutupnya.

Sementara itu, laporan ke Polda Maluku terkait dugaan pemalsuan dokumen, penipuan dan pencemaran nama baik 11 kader Demokrat Maluku, dipastikan digelar.

Dirkrimum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno mengatakan, laporan DPD Partai Demokrat Maluku terhadap 11 kader Demokrat yang ikut KLB di Deli Serdang, telah masuk pada 6 Maret 2021 lalu.

Namun, soal laporan ini bisa dilanjutkan untuk dilakukan sidik atau dihentikan, tergantung setelah digelar penyidik Reskrimum Polda Maluku. “Kita sudah siap untuk digelar.  Setelah digelar baru dapat hasil apakah laporan ini bisa sidik atau dihentikan,” kata Kombes Pol Harno kepada Kabar Timur, Rabu (31/3).

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 11 kader Partai Demokrat diadukan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, Roy Elwan Pattiasina. Roy datang didampingi pengurus DPD Partai Demokrat Maluku dan sejumlah pengacara.

Roy menegaskan, belasan kader partai berlambang mercy itu memenuhi unsur tindak pidana. “Mereka telah memenuhi empat unsur tindak pidana sehingga mengharuskan kita melaporkannya ke pihak kepolisian,” kata Roy kepada wartawan di Mapolda Maluku, Sabtu (6/3)

“Sementara mereka ini nekat pergi ikut KLB mengatasnamakan ketua DPD dan ketua DPC seluruh Maluku. Ini tidak benar,” tegas anggota DPRD Maluku ini. Kedua, cara yang dilakukan 11 kader ini jelas mengarah ke unsur penipuan. Sebab tidak ada perintah DPD Partai Demokrat Maluku, namun dibuat seakan-akan itu perintah.

Ketiga, pemalsuan dokumen untuk bisa menghadiri KLB dan ke empat, mereka turut membuat berita bohong. “Inilah empat poin yang memenuhi unsur tindak pidana itu. Karena itu mereka perlu mempertanggungjawabkannya di depan hukum,” tekan Roy.

Dari 11 orang tersebut, ungkap Roy, hanya lima orang tercatat sebagai kader dan pengurus aktif. Sementara enam lainnya merupakan mantan kader partai.

Pengurus aktif yang ikut di antaranya, Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Ambon, Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Maluku Tenggara, dua pengurus aktif DPC Partai Demokrat Kabupaten Seram Bagian Barat, dan satu pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Maluku Tengah.

Mereka ini adalah peserta (KLB) ilegal. Ada 11 orang yang kita laporkan, ada yang masih pengurus dan ada yang tidak dan ada yang sudah dipecat,” katanya.

Roy katakan, yang ngotot mengikuti KLB Partai Demokrat hanya Plt DPC Partai Demokrat Kota Ambon. Sedangkan sisanya tanpa sepengetahuannya. “Plt DPC Partai Demokrat Kota Ambon sudah saya larang, tapi dia tetap pergi. Dia juga sudah siap untuk dipecat. Mereka ini membangkang terhadap AD ART partai,” tegas Roy.

DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku yang dipimpinnya menolak KLB dan tetap setia kepada kepengurusan yang sah dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Kita tetap dibawah kendali Pak AHY. Dan yang membangkang akan kami pecat dari kepengurusan partai,” tegas dia.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Roem Ohoirat menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan sesuai prosedur yang berlaku. “Penyidik akan mempelajarinya dan tentu menindaklanjuti sesuai prosedur yang ada,” ujarnya. (KTY/KTE)

Komentar

Loading...