Berkunjung ke Hitu, Presiden Bagi Buku Tulis ke Anak-Anak

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Setiap anak, jika diberikan buku tulis pasti lah senang. Apalagi, buku tulis tersebut diberi langsung oleh orang sekelas presiden, senangnya bukan kepalang.

Seperti yang dirasakan beberapa anak di Negeri Hitu Lama, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Buku tulis bantuan Presiden Joko Widodo membuat mereka sangat girang.

Pantauan Kabar Timur, anak-anak yang diperkirakan berusia 6 hingga 10 tahun, berlari menuju mobil milik presiden Jokowi. Di sisi-sisi mobil, berdiri paspampres sambil menahan sejumlah buku tulis yang siap dibagikan untuk anak-anak.

“Yes, dapat buku dari Presiden,” kata Ahmad dengan nada gembira usai mendapatkan buku dalam kegiatan kunjungan Presiden Jokowi di Negeri Hitu Lama, Kamis (25/3).

Kesenangan yang sama juga bisa terlihat di wajah Ibnu. Dengan wajah gembira, anak tersebut memanggil ibunya dan menyebut jika telah melihat presiden Jokowi secara dekat.

“Mama, presiden pung pengawal bagi katong pung buku. Ade (ibnu-red) sudah lia presiden dekat-dekat,” kata Ibnu memberitahukan kepada ibunya dengan menggunakan dialeg melayu Ambon

Sementara, sebagian anak yang belum kebagian buku, terus berusaha untuk mendapatkannya. Bahkan, mereka rela menerobos pagar hidup yang dijaga aparat keamanan bertubuh kekar.

“Pak beta belum dapat, pak beta belum dapat,” kata beberapa anak kepada Paspampres yang membagikan buku. Meski stok buku tak begitu banyak, tapi anak-anak masih terus mengepung paspampres dengan maksud untuk mendapatkan buku tersebut.

Usaha mereka baru berhenti setelah Presiden Jokowi bersama rombongan bertolak dari Hitu menuju ke arah Kota Ambon.

Sekadar tahu, Presiden Jokowi dan rombongan berkunjung di Negeri Hitu Lama untuk melihat langsung vaksinasi covid-19 serta melakukan dialog bersama para nelayan. Kedatangan Mantan Walikota Solo itu disambut oleh Bupati Malteng Abua Tuasikal, Raja Negeri Hitu Lama, Salhana Pelu serta pejabat daerah lainnya.

Vaksinasi covid-19 melibatkan sebanyak 200 orang yang terdiri dari warga Leihitu, Leihitu Barat dan Salahutu. Selain lansia, tokoh agama dan masyarakat, vaksinasi juga diikuti seluruh raja atau pejabat dari tiga kecamatan tersebut.

Sementara untuk nelayan, orang nomor satu di Indonesia itu langsung memberikan uang tunai  untuk membelikan apa yang menjadi kebutuhan dari nelayan tersebut. (KTY)

Komentar

Loading...