KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Kasus positif Covid-19 bertambah 30 kasus. Dengan demikian total kasus positif di Maluku mencapai 6.932 orang pada Kamis (25/2).
Dari jumlah tersebut, 6.158 dinyatakan sembuh dan 105 orang meninggal dunia. Penambahan 30 kasus positif corona dari tiga daerah, yakni Kota Ambon 21 kasus, Kepulauan Aru 7 kasus dan Maluku Tengah 2 kasus.
“Pasien corona yang dinyatakan sembuh juga bertambah 21 orang, dari kota Ambon 14 orang dan kabupaten Kepulauan Aru 7 orang,” tulis Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku dalam rilisnya, kemarin. Sedangkan pasien dalam perawatan di Maluku 669 orang.
Tersebar di kota Ambon 320 orang, kabupaten Maluku Tenggara 88 orang, Maluku Tengah 85 orang, kota Tual 82 orang, Maluku Barat Daya 46 orang, Buru 17 orang, Kepulauan Aru 13 orang, Kepulauan Tanimbar 10 orang, Seram Bagian Barat 6 orang, Buru Selatan dan Seram Bagian Timur masing-masing 1 orang. Sedangkan suspek 8 orang; kota Ambon 6 orang dan Maluku Tengah 2 orang.
SASAR 12.800 ORANG
Vaksinasi tahap II mulai digelar Maret 2021. Sebanyak 12.800 orang menjadi sasaran vaksinasi covid-19 di kota Ambon. Vaksinasi corona tahap II diprioritaskan bagi warga lanjut usia (Lansia), guru, TNI dan Polri.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Adonia Rerung menyampaikan, 3.230 vial vaksin Covid-19 telah tiba di Ambon, Kamis (25/2). Vaksin disimpan di gudang milik Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.
Rerung katakan, 3.230 viral vaksin itu diperuntukkan untuk Kota Ambon. “Vaksin ini diperuntukan untuk Kota Ambon, untuk para lansia dan guru termasuk didalamnya wartawan,” katanya.
Menurutnya, sesuai surat edaran dan petunjuk dari Pemerintah Pusat untuk lansia ini baru untuk tingkat ibukota provinsi, belum sampai ke kabupaten/kota lainnya. Dari jumlah vial vaksin, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Ambon sudah tercukupi karena satu vial bisa disuntikkan pada 10 orang. “Kalau untuk Kota Ambon saja sudah mencukupi,” ujar dia.
AWAL MARET
Pemerintah Kota Ambon memastikan vaksinasi tahap kedua pada awal Maret 2021.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendi Pelupessy mengatakan, kelompok Lansia menjadi prioritas dalam vaksinasi tahap kedua. “Kita akan memprioritaskan para lansia untuk vaksinasi tahap kedua,” kata Wendi, kemarin.
Pelupessy mengungkapkan, sama seperti vaksinasi tahap pertama, para lansia akan mendapat dua dosis vaksin Covid-19. Pemkot Ambon memprioritaskan lansia sebagai penerima vaksin karena dinilai sangat rentan terpapar Covid-19. “Penyuntikan vaksin kepada lansia juga tetap dilakukan dua dosis, dengan jeda waktu per dosis selama 28 hari,” ujar dia.
Menurut Pelupessy, berdasarkan arahan pemerintah pusat, vaksinasi tahap kedua diprioritaskan untuk tenaga pengajar dan guru. Namun, pemerintah daerah diberi kewenangan memutuskan kelompok prioritas yang mendapatkan vaksin.
“Karena keputusan penerapannya ada di daerah maka kita lebih memilih memprioritaskan kaum lansia, karena mereka ini rentan terpapar Covid-19,” katanya. Guru dan tenaga pengajar lain tetap mendapat vaksin pada vaksinasi tahap kedua. Mereka akan disuntik setelah seluruh lansia mendapat vaksin. “Setelah lansia sasaran selanjutnya divaksin tahap dua, adalah guru, dosen, pegawai yang memang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Satpol-PP, dan lain sebagainya,” terang Pelupessy.
Pemkot tengah mendata jumlah lansia di Kota Ambon yang akan disuntik vaksin. “Sementara masih kita data bersamaan dengan, semua yang akan divaksin tahap dua. Jadi kita tunggu saja, kalau sudah lengkap pasti saya beri tahu kepada publik,” katanya. (KT)

























