Pengusutan Korupsi Rp 72 M Disdik SBB Dipertanyakan

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Kasus dugaan korupsi pada Dinas Pendikan (Disdik) Kabupaten SBB Rp 72 miliar dari DAK tahun 2019 dilaporkan di Kejati Maluku.  Sudah lebih dari setahun lalu,  namun  progres dari laporan tersebut tak ada kabar nya. 

Informasi yang diperoleh pihak pelapor, sejumlah pihak termasuk Kadis Mashudin Sangaji telah dimintai keterangan.  Pelapor  LSM Aliansi Peduli SBB meminta Kejati transparan dalam pengusutan dugaan korupsi kasus tersebut.

“Kalau tidak ada indikasi korupsi ya sampaikan ke kita selaku pelapor. Tapi kalau ada masalah kenapa diam, ada apa?,” ungkap pimpinan aliansi tersebut, yang merupakan pelapor,  Tua Nalapraya kepada Kabar Timur, Rabu (3/1).

Kasipenkum Kejati Maluku belum merespon pesan WhatsApp untuk konfirmasi soal laporan tersebut ke institusinya. Namun menurut Tua laporan tertanggal 9 Nopember 2019 itu telah ditindaklanjuti Kejati dengan pemeriksaan oleh jaksa antara bulan September-Oktober tahun 2020. 

“Termasuk Kadis Sangaji, yang anak Katapang itu juga. Tapi hasilnya seperti apa, katong belum tau. Progres pengusutan kasus ini seperti hilang begitu saja,”  ungkap Tua. 

Menurutnya, sesuai Juknis, seharusnya proyek fisik dan pengadaan yang didanai dana pusat itu diswakelola  kepada komite-komite sekolah atau masyarakat sekitar sekolah. Tapi diduga atas arahan Kadis, proyek ditangani kontraktor. Anehnya meski ditangani pihak ketiga, hasil pekerjaan tak beres.

Untuk pengadaan buku atau peralatan praktikum di laboratorium misalnya, banyak item tidak sesuai RAB. Sementara rehab fisik atau bangun ruang kelas baru digunakan material yang tidak standar. 

Misalnya Juknis menyebutkan besi SNI tapi dipakai besi lain dengan ukuran lebih kecil. Dijelaskan DAK sebesar Rp 72 miliar cukup besar mengingat dana diperuntukkan kepada ratusan sekolah mulai tingkat TK, SD dan SMP di daerah itu.

“Ini karena fee saja. Kalau swakelola mana ada fee dari kontraktor? Makanya kegiatan dikasih ke pihak ketiga,” ujar Tua. 

(KTA)

Komentar

Loading...