Legislator Golkar Tanimbar Tersangka Zina

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Sempat mangkir dari panggilan polisi, politisi  Partai Golkar, Kabupaten Kep. Tanimbar itu, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka zina, setelah laporan sumi korban diproses polisi.

Adalah Nelson Lethulur, anggota DPRD kabupaten Kepulauan Tanimbar  itu resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus perzinahan.

Politisi partai Golkar itu ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan, Selasa (26/1). Sebelumnya Nelson dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Tanimbar. Terancam dijemput paksa, Sekretaris Komisi A DPRD Tanimbar itu akhirnya memenuhi panggilan penyidik. 

“Kita periksa kemarin (Selasa), dan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Romi Agusriansyah di Saumlaki, kemarin.

Memenuhi panggilan penyidik, Nelson didampingi hukumnya, Kilyon Luturmas. Dihadapan penyidik, Nelson menolak memberikan keterangan. Alasannya, perkara ini sudah selesai dan pelapor sudah mencabut laporan polisi. 

“Faktanya kami belum menerima pencabutan laporan itu. Pengacaranya pada Senin (25/1) siang datang dan menyampaikan bahwa belum dicabut,” kata Romi.

Penyidik tetap menghormati hak Nelson untuk menolak memberikan keterangan. Meski begitu, penyidik menaikan kasus ini ke tahap penyidikan dan menetapkan Nelson sebagai tersangka. “Semua barang bukti sudah siap. Dalam waktu dekat berkasnya akan dilimpahkan ke kejaksaan. Kita sudah berkoordinasi dengan kejaksaan,” tegas dia.

Perselingkuhan Nelson dengan wanita inisial PB mencuat medio Desember 2019 lalu. Kasus perzinahan ini dilaporkan oleh GM ke Mapolres Tanimbar pada Februari 2020. Hampir setahun dilaporkan, penyidik kesulitan menjerat Nelson. Penyidik pun akhirnya bergerak memeriksa sejumlah saksi dan mengantongi barang bukti untuk menjerat anggota parlemen bejat itu. 

Nelson dan PB tertangkap basah di kamar 02 hotel Beringin Dua, kota  Saumlaki 14 Desember 2019 sekitar pukul 06.00 WIT. Dua sejoli yang telah menikah ini digrebek oleh GM, suami PB.

Cinta terlarang Nelson dan PB disinyalir telah terjalin sejak medio 2019. GM telah mencium gelagat istrinya menjalin hubungan gelap dengan seorang pria. Untuk memastikan itu dia mengumpulkan informasi dan bukti. Hingga akhirnya terungkap istrinya berselingkuh dengan Nelson.

 Pada 14 Desember, GM mendapatkan informasi Nelson dan PB berduaan di Hotel Beringin Dua Saumlaki. Ketika pintu kamar hotel dibuka paksa, GM ditemani kerabatnya menyaksikan istrinya sedang asik bercinta bersama Nelson di ranjang.

Digrebek suaminya, PB berhasil kabur dari kamar hotel. GM mengamankan celana dalam milik PB yang tertinggal dikamar hotel. GM mengambilnya dan menyerahkan kepada polisi sebagai barang bukti. Penyidik juga berhasil mendapatkan rekaman CCTV hotel sebagai barang bukti. Rekaman CCTV, terlihat Nelson dan PB masuk kamar bersama.

 Sebelumnya, DPD Golkar Maluku meminta kadernya tunduk pada hukum. Sebagai warga negara yang baik, dia diminta kooperatif mendukung proses hukum oleh Polres Tanimbar. Karenanya wajib memenuhi panggilan penyidik Polres Tanimbar.

“Jika kasus yang disangkakan kepada Nelson itu benar, Golkar menghargai dan dukung langkah hukum yang dilakukan Polres Tanimbar,” tegas Anos Yeremias, Ketua Koordinator Daerah DPD I Golkar Maluku wilayah kabupaten Tanimbar dan Maluku Barat Daya kepada Kabar Timur.

Anos menegaskan, partai berlambang pohon beringin ini tidak akan melindungi kadernya yang tersandung masalah hukum. “DPD Golkar Maluku meminta Polres Tanimbar kembali memanggil yang bersangkutan. Kami mendukung sepenuhnya upaya penegakan hukum oleh Polres Tanimbar,” kata anggota DPRD Maluku ini.

Golkar tegas Anos, tidak ingin nama besar partai tercoreng karena ulah oknum meski saat ini Nelson sebagai anggota parlemen. “Nama partai Golkar lebih besar dari seorang kader, siapa pun dia. Kita tidak ingin karena ulah kader nama besar Golkar tercoreng,” tegas Anos.

Anos katakan, DPD Golkar Maluku belum menentukan sikap terhadap kasus yang menjerat Nelson. Golkar masih menunggu proses hukum yang dijalani Nelson. “Kita lihat proses hukum di Polres Tanimbar, jika (ditetapkan sebagai) tersangka, Golkar akan bersikap,” pungkas dia.

Sementara itu, Hendrik, salah satu tokoh pemuda Saumlaki mendesak Badan Kehormatan DPRD Tanimbar menjalankan fungsinya terkait kasus perzinahan yang dilakoni Nelson. Perbuatan Neslon dianggap tidak pantas dan tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat. “Sangat memalukan, wakil rakyat tetapi melakukan tindakan amoral,” kecam dia, kemarin.

Dia menyesalkan Badan Kehormatan DPRD hanya diam terhadap kasus memalukan ini meski telah menciderai nama baik parlemen. Sebagai salah satu alat kelengakapan DPRD, lembaga yang berhubungan dengan masalah kehormatan para wakil rakyat ini didesak memanggil Nelson. “Keberadaan Badan Kehormatan ini sangat penting dan strategis dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan anggota dan lembaga DPRD benar-benar terhormat, bersih dari masalah hukum,” ujar Hendrik.  

(AN/KT)

Komentar

Loading...