Titi 51 Siap Hadapi Laporan Leonora Lisapaly

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Pemilik CV Gema Rejeki, Jhon Tuhuteru alias Titi 51 siap menghadapi laporan polisi yang dilayangkan Leonora Lisapaly. 

Melalui kuasa hukumnya, Roos Jeane Alfaris, Titi 51 yang juga pengusaha ternama di Kota Ambon itu mengaku dia tetap menghormati hukum yang berlaku. “Saya sudah menanyakan ke Pak Titi 51 dan pihaknya mengaku siap menghadapi laporan ibu Leonora di polis,” kata Roos Jeane Alfaris kepada wartawan di Ambon, Rabu (20/1). 

Alfaris mengatakan, pihaknya sangat menghargai dan tahu bahwa hak dan kedudukan setiap orang didalam hukum itu sama. Tentu, tidak ada salah jika Leonora melaporkan ke pihak kepolisoan. “Dan silahkan saja melapor, itu hak Ibu Leonora. Tapi yang jelas, klien saya siap menghadapi laporan itu,” tegasnya.

Dijelaskan, pihaknya sama sekali tidak ingin mencampuri laporan Lisapaly. Namun semestinya Lisapaly harus jeli dalam melihat unsur-unsur yang terdapat dalam 317 junto pasal 318 KUHPidana. 

Laporan yang dilayangkan kliennya ke polisi lanjut Alfaris bukan merupakan laporan palsu lantaran Leonora Lisapaly tahu dengan pasti bahwa suaminya ada berhutang pada Titi. Bahkan Leonora Lisapaly sendiri pernah menemui kliennya guna menanyakan berapa besar hutang suaminya kepada Titi.

Namun, lantaran pada pertemuan tersebut tidak ada kecocokan nilai besarnya hutang suami Leonora Lisapaly, maka pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan dan Leonora Lisapaly belum juga membayar hutang suaminya itu. Disisi lain, Leonora berjanji akan membayar hutang suaminya tersebut. 

Tapi, hingga beberapa kali dilakukan penagihan oleh Titi 51, Leonora tidak juga membayar. Sehingga akhirnya Titi 51 menempuh jalur hukum melaporkan Leonora ke polisi. Dengan demikian laporan yang dilayangkan Titi 51 itu bukan palsu dan tidak menyerang nama baik Leonora. Lantaran Leonora Lisapaly sendiri sudah mengakui adanya hutang piutang antara suaminya dan Titi 51.

“Tujuan dari laporan klien saya terhadap Leonora Lisapaly agar Leonora Lisapaly segera melunasi hutang suaminya. Jadi sekali lagi tidak ada laporan palsu atau upaya klien saya untuk mencemarkan nama baik Leonora Lisapaly. Karena dikatakan laporan palsu itu apabila klien saya tahu bahwa laporan itu tidak benar akan tetapi klien saya tetap saja melaporkan Lisapaly. Itu baru disebut laporan palsu. Tapi kenyataannya kan tidak, “ ujar Alfaris. 

Untuk itu, dia meminta Leonora Lisapaly selaku pelapor harus dapat membuktikan adanya pencemaran nama baiknya yang dilakukan oleh Titi 51. Leonora Lisapaly selaku istri haruslah membayar hutang suaminya kepada Titi.

Bahkan Titi 51 lewat kuasa hukumnya akan melapor balik Leonora Lisapaly dengan sangkaan penipuan. Hal ini lantaran Leonora sendiri pernah mengatakan telah membayar hutang suaminya kepada Titi 51. Dimana cara pembayarannya dilakukan dengan cara mentransfer ke nomor rekening milik istri Titi 51. 

“Ternyata ibu Leonora Lisapaly tidak dapat membuktikan hal tersebut didepan persidangan. Selain laporan pidana, perkara ini juga tengah disidangkan secara perdata di pengadilan negeri Piru. Dengan tujuan agar Leonora Lisapaly dan anak anaknya melunasi hutang almarhum Berthy Themalagi kepada Titi 51,” ungkapnya.

Alfaris menduga, laporan polisi yang dilayangkan Leonora Lisapaly ini adalah modus dari yang bersangkutan agar persoalan hutang piutang antara almarhum suami Leonora Lisapaly dengan  Titi 51 tidak perlu lagi dibayar oleh Leonora.

“Dugaan saya begitu. Tapi saya mau tegaskan lagi, kalau pihak Titi 51 sudah siap menghadapi laporan Leonora,” pungkasnya. (KTY)

Komentar

Loading...