Cabuli Bocah Delapan Tahun, HP Diseret ke Polisi

KABARTIMURNEWS.COM,NAMLEA-Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun, asal Kota Namlea, Kabupaten Buru, dicabuli pria berinisial HP.  

HP sebagai pelaku  adalah warga Lorong Kelvin, Simpang Lima, Kota Namlea, Selasa malam, telah diseret ke Mapolres Buru, menyusul ibu korban melaporkan perbuatan biadab HP.

“HP  (pelaku),  Selasa (malam), telah diamankan ke Mapolres Buru, setelah ibu korban Ny Ida FA, melaporkan,” ungkap Kanit PPA Polres Buru Bripka Zulkifli. Saat ini, pelaku dalam pemeriksaan pihaknya, sambung dia.

Dalam laporan Ny Ida FA  disebutkan, telah terjadi tindakan pencabulan pelaku HP terhadap anak perempuannya. Kejadian terakhir berlangsung di pekarangan rumah pelaku, Senin, (11/01/2021).

Sebelum HP digelandang , petugas reserse di Bagian Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Buru telah mendapat keterangan pelapor Ny Ida FA dan korban,  ditambah keterangan dari dua orang saksi MF dan AB.

Di hadapan polisi, pelapor Ny Ida FA menerangkan kalau awalnya ia tidak mengetahui adanya tindakan pencabulan itu. Ia baru mengetahuinya setelah anaknya menceritakan kejadian terakhir yang terjadi Senin sore kepadanya setelah keesokan harinya.

Mendapat kabar mengejutkan dan memilukan itu,  Ny ida FA bergegas datang ke Polres Buru Selasa sore,  mengadukan peristiwa yang menimpa anaknya.

Pelaku HP telah melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap dirinya.Tindakan tersebut sudah sering dilakukan berulang kali di waktu yang berbeda dengan TKP masih tetap di pekarangan rumah pelaku yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari rumah keluarga korban.

Korban mengaku, diraba-raba dan diciumi pelaku.  Kejadian itu sering terjadi saat korban bermain di perkarangan rumah pelaku bersama teman sebayanya.

Sadisnya,  HP yang pernah menjadi pegawai honorer Satpol PP dan sudah diberhentikan sejak dua tahun lalu ini, konon selalu mengancam korban setelah melakukan aksi bejatnya.

Korban diancam akan dicekik apabila perbuatan bejat pelaku tersebut dilaporkan kepada orang tuanya.

“Tidak terima dengan perlakuan yang menimpa anaknya dan juga disertai ancaman kekerasan,  akhirnya ibu korban melapor,” terangkan Zulkifli mengutip keterangan pelapor.

Akibat perbuatan tersebut,  HP dijerat perbuatan Tindak Pidana Pencabulan terhadap anak di bawah umur, Pasal 82 ayat (1) UU RI NO 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang-undang. (KT/PT)

Komentar

Loading...