Warga SBB Mengeluh Pertalite “Hilang” dari SPBU

KABARTIMURNEWS.COM, PIRU-Warga di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),  mengeluh.  Satu-satunya SPBU di daerah itu tidak lagi menjual  bahan Bakar Minyak (BBM), jenis Pertalite. Yang dijual hanya BBM jenis Pertamax.  

“Pertalite tiba-tiba “hilang” alias tidak dijual lagi di SPBU. Ini aneh dan patut dipertanyakan dimana Pertamina,” keluh sejumlah warga SBB, kepada Kabar Timur, Kamis, kemarin.  Menghilangnya BBM jenis Pertalite alias tidak lagi dijual pada satu-satunya SPBU, ikut memicu kenaikan pelbagai kebutuhan masyarakat termasuk transportasi.   

“Hilangnya” Pertalite dari SPBU atau tidak dijual lagi sangat berdampak bagi kami masyarakat kecil. Yang seolah dipaksa untuk membeli BBM jenis Pertamax yang harga cukup melangit.  Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus gunakan pertamax,” tutur mereka.

Mereka mengaku ini, menjadi problem penting bagi warga di Kabupaten SBB, apalagi di masa pandemi Covid-19, semua  berdampak kepada ekonomi warga. “Situasi Pandemi Covid-19, yang hampir semua warga terdampak, jangan lagi membebani kami dengan harus membeli BBM jenis Pertamax, untuk lakukan segala aktivitas,” sebut warga yang rata-rata bermata pencarian sebagai tukang ojek, sopir itu.

Mereka mengungkapkan, awalnya SPBU menjual BBM jenis pertalite, pertamax yang sebelumnya juga menjual BBM jenis premium. Hanya saja, premiun digantikan dengan pertalite yang harganya cukup terjangkau kalau dijual pada SPBU. 

Belakangan ditengah situasi pendemi Covid-19 ini, tiba-tiba  pada SPBU tidak lagi menjual Pertalite, tapi Pertamax. Yang menarik, lanjut mereka, kalau dibilang Pertalite tidak ada pasokan  dari Pertamina, tapi kok Pertalite begitu menjamu dijual eceran dipingir-pingir jalan, dengan harga dan ukuran cukup selangit. 

“Ini perlu dipublikasikan. Kami menduga hilangnya pertalite dari SPBU juga ada benang merah dengan penjualan ilegal kepada pengecer-pengecer  lainnya. Pertamina perlu tahu dan memberikan teguran keras untuk masalah ini,” tutup mereka. (KT)

Komentar

Loading...