Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Megawati dan Petinggi PDIP Disebut “Mati Rasa”

badge-check


					Megawati SoekarnoPutri Perbesar

Megawati SoekarnoPutri

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Diamnya Gubernur turut jadi tanya publik, apakah gubernur akan bersikap sama jika yang diduga bukan kader PDIP?

Laporan Zakarias Ressy di Mapolda Maluku, terkait kasus “tipu” dengan iming-iming barter proyek yang dilakoni Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimuri “LW” ikut mengungkap sejumlah korban lainnya dengan modus serupa.

Bedanya Zakarias punya bukti penyerahan uang berikut saksi. Kendati, korban lainnya yang diduga belasan orang dengan profesi sebagai pengusaha jasa konstruksi di Maluku ini, tak miliki bukti, tapi mereka mengakui menyerahkan uang kepada LW. Umumnya mereka ingin kasus ini diungkap pihak kepolisian.

“LW ini sepertinya anak “emas” Ketua Umum (Ketum) PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputeri.  Meski telah ada desakan pelbagai pihak, agar DPP PDI Perjuangan bentuk Tim ke Maluku  untuk cari kebanaran terkait kasus, tapi tidak pernah dilakukan,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Network Indonesia(VPN_indonesia), Adhi Fadly, kepada Kabar Timur, Selasa, kemarin. 

Menurutnya, pembentukan Tim Investigasi DPP PDI Perjuangan penting dilakukan untuk mengungkap dan membuktikan kebenaran dari kasus tersebut. “Jangan Ibu Mega diam, seperti orang yang sudah mati rasa,” kata Adhi 

LW sepertinya anak emas PDI-Perjuangan, baik ditingkat daerah maupun DPP.  Pasalnya, lanjut dia, hingga detik ini tidak ada langkah kongkrit DPP maupun DPD PDI Perjuangan. “Kasus ini mencoreng wibawa PDI Perjuangan yang kita kenal sebagai partai wong cilik, “ papar Fadly. 

Kendati begitu, Adhi berpendapat,  mati rasa DPP PDI Perjuangan juga bergantung pada sikap DPD PDI Perjuangan Maluku, dalam menyikapi masalah tersebut, apakah karena LW kader dan ketua DPRD Maluku, sehingga Gubernur Maluku, Murad Ismail tidak melakukan tindakan apa-apa? 

“Jelas-jelas ada dugaan kasus ini menyangkut proyek-proyek daerah yang bersumber dari APBD. Diamnya Gubernur turut jadi tanya publik, apakah gubernur akan bersikap sama jika yang diduga bukan kader PDIP?, “ tanya dia. 

Dikatakan, kasus dugaan “tipu” bermodus barter proyek ini yang melibatkan Ketua DPRD yang juga elite PDIP di Maluku ini, komitmen Gubernur dan PDIP dalam pemberantasan korupsi, pungutan liar dan mafia proyek layak dipertanyakan.

“Di kasus dengan korban Zakarias LW  telah mengembalikan uangnya. Pengembalian itu, menjadi bukti, kejahatan tipu bermodus barter proyek itu terjadi dan LW pelakunya. Dengan demikian LW telah melanggar kode etik selaku anggota legislatif, “ terangnya. 

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku