Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Politisi PPP Minta Gunung Botak Dibuka

badge-check


					Politisi PPP Minta Gunung Botak Dibuka Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Anggota Komisi II DPRD Maluku, Azis Hentihu meminta pemerintah daerah (Pemda) Maluku   membuka kembali  penambangan emas di kawasan gunung Botak, Kabupaten Buru.

Penambangan emas di gunung Botak, mesti sesuai aturan main dan tetap menggedepankan skema atau konsep  zonasi wilayah. “Gunung Botak cukup luas, ada zonasi dikelola pihak swasta dan zonasi khusus bagi tata kelola tambang rakyat, misalnya koperasi yang melibatkan entitas lokal disana,” kata Hentihu kepada wartawan, Selasa (29/9). 

Politisi PPP ini  berkeinginan kawasan penambangan di daerah itu harus dibuka, namun tetap mengedepankan regulasi yang ada. “Tantangannya soal mekanisme. Diketahui sejak Juni 2020 ada UU Nomor  03 Tahun 2020 yang melegitimasi kewenangan sebelumnya di provinsi dipindahkan ke pusat, tetapi oleh Dinas ESDM sementara dikaji,” jelas dia.

Lebih jauh dikatakan,  saat masih menjadi anggota DPRD Buru, dirinya pernah memimpin tim Pansus ESDM ke lokasi penambangan. “Disana mereka lihat langsung ada 7 juta kubik tanah yang mengandung emas.  Dari data 1 kubik mengandung 20-30 PPM. Jika dipakai asumsi minimal 1 kubik mengandung 3 PPM dikalikan 7 juta kubik, dikalikan harga logam mulia saat ini Rp 1 juta, maka diatas lokasi stockfile gunung botak mengandung Rp21 Triliun. Belum lagi potensi lain,”paparnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku