KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Puluhan pemuda menamakan diri mahasiswa Taniwel raya unjuk rasa di kantor DPRD Maluku, Senin (28/9). Demonstran menuntut lembaga politik itu menutup perusahaan tambang marmer di kecamatan Taniwel, kabupaten Seram Bagian Barat.
Mendatangi gedung dewan di kawasan Karang Panjang Ambon sekitar pukul 11.20 WIT, pendemo mendesak parlemen menolak kehadiran perusahaan marmer di daerah itu karena dianggap tidak membawa dampak kepada masyarakat adat setempat.
“Kehadiran perusahaan tambang marmer, justru merugikan masyarakat Taniwel,” teriak pendemo.
Selama ini pengelolaan sumber daya alam di Taniwel hanya menguntungkan pihak tertentu. “Kami minta dewan menutup tambang marmer di Taniwel. Kami minta surat legitimasi dari dewan tutup tambang marmer. Surat dari dewan jadi pegangan kami,” tegas pendemo.
Demonstran ditemui Wakil Ketua DPRD Maluku Melkianus Sairdekut dan Ketua Komisi II DPRD Maluku Saodah Tethol, dan Sekretaris Dewan Bodewin Wattimena. Namun, ditolek pendemo. Mereka menuntut ditemui Ketua DPRD Maluku Lucki Wattimury. “Kami tidak mau ketemu anggota dewan atau wakil ketua. Kedatangan kami hanya ketemu ketua dewan,” pinta mereka.



























