KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Tingkat kepercayaan rakyat terhadap 35 wakil rakyat yang duduk di parlemen Kota Ambon mulai berkurang. Rakyat menilai anggota DPRD lebih banyak memperkaya pribadi mereka ketimbang harus berjuang dengan ikhlas untuk kepentingan rakyat.
“Selama rakyat masih protes pemerintah, itu berarti kebijakan pemerintah dan DPRD belum menyentuh ke rakyat. DPRD sebagai wakil rakyat tapi tidak peka dengan rakyat,” kata Arafah Rida kepada Kabartimurnews.com usai berlangsungnya aksi demonstrasi ratusan pedagang Mardika dan HMI Cabang Ambon di Gedung DPRD Ambon, Kamis (19/8)
Menurutnya, hampir setahun sudah, 35 wakil rakyat Kota Ambon periode 2019-2024 duduk di parlemen. Namun, harapan rakyat untuk bisa mendapatkan kesejahteraan belum terlihat baik.
DPRD Ambon malah tidak demokratis dalam hal pembangunan. Konsep pembangunan yang meliputi asas kualitas pembangunan, manfaat ke rakyat dan kesejahteraan belum terlihat baik.
“Jika pemerintah membijaki soal pembangunan maka alternatifnya harus ada rakyat. Sebab, di setiap misi kebijakan itu ada kepentingan. Harusnya kepentingan untuk memperbaharui tata kota di berangi dengan alternatif untuk rakyat,” katanya
Tapi lanjut dia, kebijakan pemerintah meski mempersulit rakyat, DPRD sebagai representatif rakyat tidak pernah ngotot untuk melawan. Padahal, rakyat menunggu keberpihakan anggota DPRD ke rakyat untuk mengkritik setiap kebijakan yang menyusahkan masyarakat.
Pendemo lain, Ibu Jahlia mengatakan, DPRD hanya ke rakyat ketika ada maunya. Namun setelah maunya terpenuhi, rakyat lalu kemudian dilupakan.



























