Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Ekonomi & Bisnis

Harga Cengkih di Ambon Turun Tajam

badge-check


Harga Cengkih di Ambon Turun Tajam Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Harga hasil perkebunan Maluku berupa cengkih yang dipatok pedagang pengumpul di Kota Ambon terus bergerak turun cukup tajam jika dibandingkan dengan bulan Juli 2020.

Hasil pantauan di lokasi transaksi hasil perkebunan di jalan Setia Budi, kawasan Rijoly, Kelurahan Batu gajah, Selasa, pengumpul menawarkan harga cengkih sebesar 50.000/Kg atau turun dari sebelumnya Rp57.000.

Sedangkan harga komoditi lain seperti biji pala bundar masih tetap stabil yakni Rp63.000/Kg, fuli (pembungkus biji pala) Rp220.000/Kg, dan coklat Rp27.000/Kg.

“Kalau kopra sekarang cukup membawa angin segar bagi para petani di daerah ini, sebab harga kopra naik hingga mencapai Rp6.700/Kg dari sebelumnya Rp6.200,” kata Evi, pengumpul di lokasi transaksi di jalan Setia Budi, kawasan Rijoly, Kelurahan Batu gajah.

Hanya saja, kata dia, walaupun harga kopra bergerak naik, sekarang ini dengan adanya COVID-19 banyak petani yang belum datang menjual hasil olahannya maupun hasil perkebunan lainnya.

Dia mengatakan, perubahan harga yang terjadi di Kota Ambon selalu mengikuti perkembangan harga yang terjadi di Kota Surabaya. Kalau di Surabaya naik atau turun, sudah pasti terjadi perubahan juga di Ambon.

Hal ini disebabkan karena hasil pembelian berbagai jenis hasil perkebunan Maluku dijual lagi ke Surabaya sebagai pasar utama.

Evi menjelaskan, sekarang ini petani yang biasanya datang dari Pulau Ambalau, Buru dan sebagian dari Pulau Seram untuk menjual hasil panen mereka sekarang agak jarang datang melakukan transaksi, hal ini terkait dengan berbagai pertimbangan terutama arus transportasi yang berhubungan dengan aturan dalam rangka memutuskan penyebaran COVID-19 di daerah ini.

Dia menambahkan, selama bulan Agustus ini baru kita buka toko lagi setiap hari, berbeda dengan bulan yang lalu, dimana dalam satu minggu kami buka hanya dua atau tiga hari saja selebihnya tutup, sebab jarang petani melakukan transaksi. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Polda Maluku Ungkap 33 Kasus Narkotika Sejak Mei Hingga Juni 2026

29 Juni 2026 - 02:31 WIT

Umar Lessy Terpilih Aklamasi Jadi Ketua IKA Unidar Ambon

29 Juni 2026 - 02:26 WIT

Gakkum ESDM Resmi Tetapkan 25 Tersangka, 13 Lainnya DPO di Kasus Tambang Emas Gunung Botak Maluku

26 Juni 2026 - 02:02 WIT

Kodaeral Ambon Latihan Tempur di Atas KRI Dorang

25 Juni 2026 - 01:20 WIT

TNI Bersihkan Jalur Groundbreaking Megaproyek Blok Masela

25 Juni 2026 - 01:17 WIT

Trending di Utama