KABARTIMURNEWA.COM,AMBON- Speedboat milik Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah akhirnya ditemukan setelah sebelumnya sempat hilang kontak pasca bertolak dari Tehoru, Pulau Seram Minggu 17 Mei.
Speedboat bermuatan lima orang diantaranya Camat Banda, Kadir, Bendahara Kecamatan, Ade Alkatiri, Ari La Unga, Adin dan Edo van der Broek ditemukan oleh nelayan Banda di Pulau Manukang Senin (18/5) pagi sekira pukul 10:00 wit.
Sementara Camat Banda beserta empat orang lainnya dalam keadaan selamat saat ditemukan dan saat ini telah tiba di Pulau Neira, Ibukota Kecamatan Banda sekira pukul 12:00 wit.
“Sudah sampai di Banda. Di temukan nelayan Banda jam 10 tadi (Senin) pagi di Pulau Manukang karena mereka berlindung di pulau ini. Selanjutnya Pak Camat dan rombongan naik bodi nelayan ke Naira, keadaan semua Alhamdulillah sehat dan sekarang lagi istirahat,”ujar Kapolsek Pulau-pulau Banda, AKP Riky Adi Prabowo saat dikonfirmasi kabartimurnew.com.
Dijelaskan Riky, speedboat yang ditumpangi Camat Banda beserta Bendahara Kecamatan itu mengalami kebocoran akibat dihantam ombak setelah 12 mil bertolak dari Tehoru menuju Pulau Banda pada hari Minggu.
Alhasil, ABK mengambil inisiatif untuk berlindung di Pulau Manukang, sebuah pulau kosong tak berpenghuni yang letaknya lumayan jauh dari Pulau Neira.
“Jadi setelah 12 mil bertolak dari Tehoru pada hari Minggu kemarin, speed bocor karena ombak kuat. Jadinya mereka memilih berlindung di Pulau Manukang sekitar pukul 5 sore hari Minggu. Jadi sudah dari kemarin mereka di Pulau Manukang, tapi karena disana tidak ada signal, jadi tidak bisa dihubungi,”jelasnya.
Saat ini kata Riki, speedboat milik kecamatan Banda itu masih ditinggal di Pulau Manukang, sementara Camat Banda berserta 4 orang tersebut sudah tiba di Pulau Neira dalam keadaan sehat.



























