KABARTIMURNEWS.COM, AMBON– Pemerintah memperluas jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ditengah pandemi corona. Masing-masing kabupaten/kota di Maluku, ada tambahan sebanyak 73.006, penerima KPM.
“Terkait program kebijakan lain yang juga masih dalam program reguler, Pemerintah melakukan perluasan jumlah KPM. Data yang sudah kita terima masing-masing kabupaten/kota berjumlah 73.006 KPM,”ungkapnya Kepala Dinas Sosial Maluku, Sartono Pining, kepada wartawan, Selasa, kemarin.
Apakah 73.006 tambahan ini masuk dalam program sembako ataukah PKH atau program lain seperti bantuan langsung tunai, kata dia, akan dilihat setelah data dari kabupaten/kota masuk.
“Rencana perluasan jadi atau tidak bergantung teman-teman kabupaten mengirimkan data. Kenapa? Karena data itu melalui sistem yang sudah terbangun di kabupaten/kota yang bernama system informasi next generation dengan pendekatan NIK. Tujuannya agar program reguler pemerintah ini tepat sasaran,”jelasnya.
Terkait penanganan covid-19 di Maluku, program tambahan didukung Pemprov sebagai follow up dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020 tentang dukungan daerah baik Pemprov maupun kabupaten/kota dan desa untuk melakukan penanganan dampak covid dengan dana APBD.
Mengenai hal ini, kata Pinning, Gubernur sudah menyurat bupati walikota/kota untuk mengambil langkah-langkah pananganan dampak dan melakukan conference untuk melakukan kebijakan yakni menyangkut pemberian Bansos berupa sembako.
Dikatakan, ada hal yang harus terpenuhi oleh kabupaten/kota karena kebijakan itu nanti ada tanggungjawab Pemprov dan tanggungjawab Pemkab/Kota 80 persen dan provinsi 20 persen.
Yang terpenting, lanjut dia, data yang harus siapakan kabupaten/kota. Pasalnya, kabupaten/kota lebih tahu masyarakatnya, wilayahnya dan masalah di wilayahnya.
“Kita sementara menunggu kiriman data (dari kabupaten/kota) untuk kita penuhi kewajiban kita 20 persen,”ujarnya.
Dicontohkannya, Kota Ambon, sudah berjalan sejak kemarin antara lima sampai delapan kelurahan telah berjalan pendistribusian Bansos Sembako. Begitu juga Kabupaten Aru, sudah persiapan dengan berkoordinasi dengan penyedia bahan-bahan kebutuhan pokok.
“Data yang sudah masuk SBB, Buru, Bursel dan MBD . Tinggal data itu kita gunakan menghitung berapa yang harus kita share ke kabupaten kota. Kabupaten yang paling banyak (penerima) pasti Maluku Tengah karena penduduknya juga banyak,”jelasnya.



























