Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

APD Tenaga Medis Dinkes Ambon Minim

badge-check


Medical team desktop with doctors and medical equipment Perbesar

Medical team desktop with doctors and medical equipment

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON,- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, DR Wenda Pelupessy mengaku ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para pegawai medis yang ada Dinkes Kota Ambon masih sangat minim.

Padahal, APD sangat penting dalam hal perawatan terhadap orang yang berisiko terjangkit virus corona. Baik berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Kita ini terkendala di Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis,” kata DR Chandra dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Kota Ambon di ruang rapat utama DPRD Kota Ambon, Selasa (17/3)

Dia mengatakan, APD merupakan pakaian dan perlengkapan untuk melindungi tenaga medis. Tentu, Dinkes dan pihak Rumah Sakit sangat membutuhkan ketersediaan APD.

“APD yang kita punya hanya ada satu pasang. Kalau di RS Bhayangkara atau RSUD Haulussy, mungkin baru dua tiga pasang,” ujarnya

Selain ADP, kesediaan masker pada Dinkes Ambon pun sudah sangat menipis. Diperkirakan, empat sampai lima hari ke depan, masker-masker tersebut sudah habis terpakai.

“Hanya ada beberapa dost. Diperkirakan empat sampai lima hari ke depan, kesediaan masker sudah habis,” jelasnya

Dia mengaku, pihaknya telah mengkoordinasikan masalah ini dengan Dinkes Provinsi maupun Kementerian Kesehatan di Jakarta.

“Kita usulkan untuk 100 pasang APD. Corona ini virus berbahaya makanya tenaga media harus disiapkan APD,” tandasnya

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kota Ambon, DR Roberth Chandra mengatakan, usulan tambahan 100 APD masuk dalam dana bencana non alam. Nanti, tinggal disepakati pihak-pihak terkait dan juga Sekretaris Kota (Sekkot) A.G. Latuheru.

“Yang lebih membutuhkan itu khan pihak rumah sakit. Karena memang pegawai di sana yang nanti berhadapan langsung dengan pasien. Kita disini usul saja supaya bisa menangani jika ada pasien terduga corona di Kota Ambon,” pungkasnya. (KTY)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Dua WNA Pendaki Gunung Dukono Malut Ditemukan Meninggal Dunia

11 Mei 2026 - 02:44 WIT

Skandal Seragam Bank Maluku Rp17 Miliar: Bidik Tersangkan, Jaksa Kejar Pernyataan 250 Pegawai

8 Mei 2026 - 07:16 WIT

Korupsi PT Dok Waiame Ambon, Wilis Ayu Lestari dan Rekan Digarap Jaksa

8 Mei 2026 - 06:55 WIT

Warga Morela Ajak Hitumesing Kedepankan Rekonsiliasi Hati

7 Mei 2026 - 19:46 WIT

Imigrasi Maluku Periksa Intensif 24 WNA Asal China di Tambang Gunung Botak

7 Mei 2026 - 11:10 WIT

Trending di Maluku