15 Hari ke Depan, Aktivitas Bangku Sekolah Libur

ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON,-Aktivitas belajar mengajar pada bangku sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Ambon bakal diistirahatkan selama 15 hari ke depan.

Hal itu menyusul lagi heboh-hebohnya perkembangan virus corona yang kini menjadi perhatian dunia.

"Mulai besok (hari ini-red) sampai 31 Maret 2020, proses belajar mengajar di sekolah kami istirahatkan. Anak-anak belajar saja di rumah," kata Kadis Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Salatalohy kepada Kabar Timur via seluler, Senin (16/3)

Dia mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Ambon hanya mengamankan apa yang diinstruksikan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Sebab, kewenangan meliburkan sekolah ada pada Walikota.

"Kewenangan itu ada di Walikota. Instruksi pak wali, siswa SD dan SMP akan diistirahatkan di rumah mulai terhitung tanggal 17 hingga 31 Maret 2020. Kita di dinas hanya mengamankan itu," katanya

Setelah mendapatkan instruksi orang nomor satu di Kota Ambon, dirinya (Salatalohy-red) langsung melakukan sosialisasi ke tiap kepala sekolah SD maupun SMP.

Sosialisasi membicarakan soal proses libur dengan pertimbangan adanya virus corona yang kini menjadi bencana non alam nasional.

"Selanjutnya nanti baru masing-masing Kepsek melakukan lagi sosialisasi ke guru dan orang tua murid," tuturnya

Yang jelas, kata Salatalohy, mulai hari ini, anak- anak atau siswa tidak sekolah lagi. Tetapi itu bukan dalam pengertian libur, melainkan siswa belajar di rumah.

Selama masa istirahat, anak dilarang dibawa ke mall, pasar, tempat wisata serta lokasi keramaian lainnya. Orang tua harus mengawasi anak dalam hal menerima tamu atau teman dalam jumlah banyak.

"Proses belajar tidak di sekolah tapi harus dilakukan di rumah. Jangan pergi ke tempat keramaian, misalnya mall, pasar dan lokasi wisata. Intinya belajar di rumah dulu," paparnya

Soal alat tes suhu badan yang perlu disiapkan di sekolah, Salatalohy mengaku, itu bukan kewenangan Disdik. Disdik hanya mengamankan instruksi dari Walikota.

"Kalau alat tes suhu badan, nanti urusannya dinas kesehatan. Kami di Disdik tidak siapkan itu. Terpenting, apa yang diinstruksikan pak Wali pasti kami amankan," pungkasnya. (KTY)