Demo Berlanjut Mahasiswa Sebut Demokrasi Unpatti “Mati”

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON,-Puluhan mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Peduli Kampus, kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung registrasi Unpatti Ambon, Kamis (27/2).

Aksi demo dilakukan sebagai bentuk perhatian dan antisipasi mahasiswa dalam merespon kebijakan Rektor Unpatti, M.J. Sapteno, mulai dari persoalan harga makanan pada kantin pujasera, tindakan refresif terhadap mahasiswa serta pemberhentian aktivitas pada kantin pujasera.

“Fikir saya, demokrasi di kampus ini telah mati. Satu-satunya jalan untuk membangkitkannya hanya dengan cara demonstrasi,” tegas penanggungjawab aksi, Arafah Rada kepada Kabar Timur

Dia mengatakan, mahasiswa sebenarnya sudah berinisiatif untuk tidak lagi melakukan demo. Inisiatif ini muncul setelah adanya pernyataan dari pihak kampus bahwa mahasiswa akan diundang dalam waktu untuk membicarakan perihal masalah yang ada.

Hanya saja, dalam kurun waktu tiga hari, tidak ada kepastian dari pihak kampus soal pertemuan tersebut. Makanya, mahasiswa kembali melakukan aksi untuk meminta kejelasaan atas hal itu.

“Khan kasian. Ibu-ibu yang berjualan di kantin pujasera sana, sudah hampir dua minggu tidak beraktivitas seperti biasa. Padahal, disitulah mata pencaharian mereka. Tak ada kepastian, kita tanyakan. Karena janji pihak kampus khan dalam waktu dekat,” tandasnya.

Dia mengaku, mahasiswa sudah pernah melakukan mediasi dengan pihak kampus. Namun hingga pada perjuangan hari ke 11 ini, tidak ada jalan temu atas masalah itu.

“Makanya saya nilainya seperti itu, kalau demokrasi di kampus ini telah mati,” tutur dia.

Ditegaskan, mahasiswa tidak akan berhenti menyuarakan aspirasinya jika pihak kampus belum menuruti apa yang diminta oleh mahasiswa.

“Simpelnya gini, kalau pak rektor penuhi apa yang kami minta dengan mengembalikan ibu-ibu untuk berjualan di kantin, menurunkan harga, transparan soal retribusi, maka aksi kami cukup sampai disitu. Kami bukan orang gila yang berteriak tanpa ada sebab. Kami disini menantang kekuasaan yang korup,” pungkasnya. (KTY)

Komentar

Loading...