Sekilas Info

Hasil Uji BPOM, Beras Bulog Thailand Tidak Mengandung Plastik

IstIlustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon memastikan beras Bulog Thailand tidak mengandung plastik.

Kepastian setelah sebelumnya BPOM Ambon melakukan pengujian terhadap beras bermerk Bulog Thailand yang sebelumnya diduga mengandung plastik dan beredar di Masohi, Maluku Tengah.

Dimana pada Senin 17 Februari, Tim Polres bersama Disperindag Maluku Tengah membawa sampel beras yang diduga plastik itu ke BPOM Ambon untuk dilakukan uji lab.

Dikatakan Kepala BPOM Ambon, Hariani, setelah BPOM Ambon lakukan uji Standar Nasional Indonesia atau SNI terhadap sampel beras yang dikirimkan oleh Polres Maluku Tengah itu, tidak ditemukan benda asing di dalam beras.
"Pengujian dilakukan terhadap SNI beras thn 2015. Dengan hasil salah satunya adalah Tidak ditemukan benda asing dlm beras tersebut, baik kerikil, serpihan, maupun plastik. Jadi kesimpulannya beras tersebut (sampel beras yg diterima BPOM) masih layak konsumsi, tidak mengandung plastik,"ungkapnya saat dikonfirmasi Kabar Timur Selasa (18/2).

Hasil uji yang dilakukan BPOm Ambon, lanjut dia, sudah diserahkan ke pihak Polres Malteng. "Hasil uji sudah diserahkan kepada pengirim sampel beras yaitu Polres malteng,"tandasnya.

Sekedar tahu, sebelumnya diberitakan, beras yang diduga pelastik kembali ditemukan warga. Beras itu berasal dari gudang Bulog Thailand di Waihaong, Kota Ambon. Kasus ini ditemukan di Pasar Binaya Masohi, dan dilaporkan langsung ke Polres Maluku Tengah (Malteng), Minggu (16/2) pukul 09.00 WIT.

Penemuan itu dilaporkan oleh Bahrun Kalau dan Abdul Asis Tuasikal. Bahrun merupakan Asisten I Setda Malteng, merangkap Plt Kadis Perdagangan dan Perindustrian. Sementara Abdul, adalah Kepala Seksi Distribusi Pasar Disperindag Kabupaten Malteng.

Sumber Kabar Timur mengungkapkan, peristiwa itu diketahui berawal pada Sabtu (15/2), sekira pukul 18.00 WIT. Kala itu bertempat di kios Risma Jaya, Terminal Binaya Masohi, Nurjana (33), karyawan Minimarket Riyanti, membeli beras bulog seberat 50 kg.

Sebanyak 2 karong beras dibeli dengan harga Rp 960.000. Di mana, harga per karung beras adalah Rp. 480.000. Dua karung beras bulog yang dibeli itu untuk makan ternak dan disimpan di Minimarket yang berada di Kelurahan Ampera, Kecamatan Kota Masohi.

Esok harinya, tambah sumber yang meminta untuk tidak menggunakan identitasnya ini, mengaku sekitar pukul 06.00 WIT, Darmila Patty (32), karyawan Minimarket Riyanti mengambil tiga gelas beras yang dibeli teman kerjanya itu untuk dimasak.

Saksi memasak nasi di rumah kebun milik Zainudin Ali, pemilik minimarket yang berada di Negeri Haruru, Kecamatan Amahai untuk makanan ternak. Saat memasak dengan cara dikukus, beras tersebut tidak lunak. Saksi yang heran kembali menambahkan air, namun tetap tidak lunak.
“Saksi kemudian mengangkatnya dan menaruh pada tempat nasi. Dia melaporkan kepada pemilik minimarket. Selanjutnya Zainudin Ali langsung mencoba dengan cara mengunyah, namun nasi tersebut terasa kenyal,” ungkapnya.

Tak sampai disitu saja, pemilik minimarket kembali menguji nasi itu dengan cara meremasnya hingga menjadi sebuah bola. Dia kemudian membantingnya ke tanah dan tampak memantul ke atas seperti bola karet.
“Karena kecurigaan tersebut saksi langsung melaporkan kepada Bahrun Kalau untuk ditelusuri dan dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mengambil keterangan dari pemilik kios Risma Jaya, H. Mirah Mira (39). Menurutnya, beras bulog 50 kg diambil dari distributor Armin Arbas sebanyak 100 karung pada Jumat (12/2) lalu. Harga per karung adalah Rp. 490.000.
“Beras tersebut baru terjual sebanyak 2 karung, dan sisa 98 karung yang disimpan di gudang rumah dan di Toko. Beras itu dijual ke pasaran dengan harga Rp. 510.000,” jelasnya.
Sementara menurut distributor beras Ode Armis Abas (29), mengaku jika beras itu di beli dari Gudang Bulog Thailand yang berada di Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Harga beras dibeli seharga Rp. 450.000. Dia membelinya dari pihak kedua mitra kerja bulog yaitu Enda.

“Harga jual ke saudari H. Mirah Mira per karung yaitu Rp. 490.000. Dia juga mengaku jika ibu Mira membelinya sebanyak 100 karung,” tambahnya. (RUZ/CR1)

Penulis:

Baca Juga