Warga Banda Ditemukan Meninggal di Laut

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Sesosok jenasah yang baru diketahui bernama Ahad Katimen, warga di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, ditemukan meninggal dunia. Dia ditemukan dalam kondisi terapung di Perairan Tanjung Pamali, Pulau Buano, Kabupaten Seram Bagian Timur, Selasa (11/2).
Hingga kini penyebab kematian almarhum belum diketahui. Pastinya, sebelum ditemukan tak bernyawa secara mengenaskan, korban diketahui berangkat menggunakan kapal cepat yang bertolak dari pelabuhan Slamet Riyadi, Kota Ambon, menuju Namlea, Kabupaten Buru.
Korban yang berangkat pada Minggu (9/2) lalu, ini diduga terjatuh saat kapal berada di tengah perjalanan. Namun, kenapa sampai korban bisa terjatuh di lautan saat kapal bergerak menuju Namlea, belum diketahui.
“Bapak berangkat sendiri ke Namlea. Bapak ingin bertemu adiknya yang ada di Namlea,” ungkap Azwar Katimen, anak korban saat dihubungi Kabar Timur melalui telepon genggamnya, Selasa (11/2).
Almarhum, kata Adi, sapaan Azwar Katimen, ini berangkat dari Ambon setelah mengurus paspor di Kota Ambon. Korban rencananya berangkat ke Tanah Suci Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji.
“Setelah urus paspor untuk ke tanah suci, besoknya bapak (almarhum) berangkat ke Namlea,” tambah Adi.
Keberangkatan korban telah diberitahukan kepada anaknya di Namlea. Sayangnya, saat kapal cepat tiba di dermaga pelabuhan Namlea, korban yang dijemput anaknya tersebut tidak menemukannya di pelabuhan maupun di dalam kapal.
“Bapak berangkat sendiri ke Namlea setelah selesai urus paspor haji. Saat kapal sampai Namlea, beta punya kakak cari, tapi tidak ketemu di Pelabuhan,” ungkapnya.
Ketidakberadaan korban di dalam kapal sempat membuat keluarga panik. Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian. “Saat itu kami hubungi (via telepon genggam) selama dua hari tapi tidak ada kabar,” kata dia.
Menurut Adi, setelah tak mendapat kabar, tiga hari berselang dirinya sontak dikejutkan dengan kabar tak sedap tersebut. Dia mendapat info jika ayahnya sudah ditemukan tapi dalam kondisi tak bernyawa di perairan Pulau Buano.
“Tadi sudah dapat info, mereka temukan jenazah bapak di perairan Pulau Buano. Dan saat ini dari Namlea sedang menuju ke Pulau Buano,” tuturnya.
Menurut Adi, ayahnya tersebut diketahui memiliki riwayat penyakit pusing kepala.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian setempat, terkait penyebab kematian korban. (CR1)