KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Operasi pencarian terhadap Kapal Layar Motor (KLM) Panji Saputra yang hilang saat berangkat dari Kota Ambon membawa kurang lebih 5.000 liter BBM Avtur ke Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, rencananya ditutup hari ini Jumat (24/1).
Sejak dinyatakan hilang pada Sabtu (18/1) lalu, hingga kemarin, operasi SAR yang menerjunkan kekuatan penuh melalui laut, udara dan daratan, belum membuahkan hasil. Enam orang, dua diantaranya prajurit Kodam XVI/Pattimura yang ada di dalam kapal itu hingga kini masih misterius.
Mereka yang belum ditemukan hingga kemarin, terdiri dari 4 ABK Panji Saputra: La Mufik, La Jou, Ongki dan Muhammad Juniarto. Sementara dua anggota Bekang Kodam Pattimura yaitu Serda Aswadin Ali dan Pratu Midun.
Enam hari berjalan, tim SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI dan Polri dengan menggunakan alutsista laut dan udara hanya berhasil menemukan sejumlah barang muatan kapal berukuran 6 GT tersebut. Adalah 8 drum avtur, penutup dek dan kursi kapal naas itu serta tas bawaan Serda Aswadin Ali.
Operasi pencarian hari ke enam kemarin juga mengerahkan Pesawat Udara CN 235. Pesawat terbang rendah menyusuri perairan Selatan Pulau Seram, Pulau Gorong, Pulau Watubela sampai dengan Pulau Tayando atau Barat Laut Kota Tual.
“Pencarian KLM Panji Saputra yang dilaksanakan oleh Pesud CN 235, hasilnya nihil dan kembali lending di Sorong pukul 12.40 WIT,” kata Kepala Basarnas Ambon, Muslimin, Kamis (23/1).
Selain pencarian melalui udara, tim SAR gabungan diantaranya TNI, Polri dan Basarnas, juga menyisir sejumlah perairan laut menggunakan Kapal Negara SAR 242 Bharata. KN Bharata berangkat dari Kota Tual. “Besok adalah hari terakhir pencarian enam orang penumpang kapal Panji Saputra. Ini sesuai dengan SOP Basarnas,” ujarnya
Meski operasi akan ditutup besok, namun Muslimin mengaku hanya sebatas penghentian sementara pergerakan peralatan SAR, sambil dilanjutkan dengan proses pemantauan dan pemapelan.



























