Sekilas Info

Warga Lelingluan Tewas Diterkam Buaya

Husen Toisuta/Kabar Timur

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Sesosok jenasah yang belakangan diketahui bernama Elisa Ratuarat, ditemukan tewas secara mengenaskan. Wanita itu terapung di pantai Desa Lelingluan Kecamatan Tanimbar Utara (Pulau Larat), Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Minggu (29/12).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabartimurnews.com, dari hasil Visum et Repertum (VER) yang dilakukan dr. Anaktototy bersama dr. Sesy Watmanlusy di RSUD Larat, menyebutkan wanita 25 tahun ini diduga diterkam buaya.

"Menurut hasil visum, sementara korban diduga meninggal dikarenakan pendarahan dari luka robek pada bagian belakang kepala yang diakibatkan oleh gigitan dari Buaya," kata Sumber tadi malam.

Korban ditemukan pertama kali oleh sejumlah saksi. Diantaranya Bony Ikinamin, Otniel Fuatkait dan Marthen Sianressy. Kala itu mereka sedang berdiri di atas Talud pantai.

Marthen Sianresy, salah satu saksi kemudian melihat tubuh korban mengapung di air. Saksi awalnya ragu dan penasaran. Dia lalu mengambil perahu sampan untuk mengecek objek yang dilihatnya tersebut.

"Saat dilihat dari jarak dekat tenyata benar bahwa sosok tersebut adalah sesosok mayat," tambah Sumber yang meminta untuk tidak menggunakan identitasnya.

Elisa yang ditemukan mengenakan baju berwarna merah dan memakai celana jeans biru ini ternyata telah dikabarkan hilang sejak Jumat, 27 Desember 2019 lalu.

"Setelah itu para saksi segera memberitahukannya kepada Kepala desa Lelingluan, kemudian pihak desa menghubungi aparat Polsek Larat," ujarnya.

Mendapat laporan warga, sejumlah personil Polsek Larat dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu E. Weridity bersama 7 orang anak buahnya menuju lokasi penemuan mayat. Setelah olah TKP, jenasah kemudian di evakuasi ke Rumah Sakit.

"Wilayah Lelingluan tergolong rawan buaya.
Dihimbau agar warga jangan melaut sampai sore hari,  sebab binatang ini selalu menyerang di waktu sore dan malam hari," pintanya.

Sumber lain dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Maluku, menyebutkan, sampe saat ini masyarakat setempat masih mencari hewan ganas yang diperkirakan panjangnya 4 meter.

"Kemarin buaya tersebut sempat kena tikam tombak masyarakat, dari penuturan masyarakat yang menikam, buaya itu diperkirakan panjangnya sekitar 4 meter," katanya.

Menurutnya, kawasan tersebut terdapat habitat hewan reptil tersebut. Populasinya diperkirakan berjumlah 6 ekor.

"Sebelum kejadian ini, di wilayah itu pernah juga terjadi penyerangan buaya kepada nelayan, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa," tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga