Sekilas Info

Tim Terpadu Penanganan Bencana Air Pasang Buru Dikerahkan

Istimewa

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Tim terpadu penanganan bencana di Kabupaten Buru terdiri dari Polres, Kodim, Satpol Pp dan BPBD setempat dikerahkan untuk menangani bencana air pasang di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya.

Sejumlah personil gabungan tersebut diberangkatkan setelah melaksanakan apel di Markas Polres Pulau Buru, Namlea, Selasa (3/12).

"Sebagai info hari ini Jam 08.00 WIT, tim terpadu penangan bencana akan diapelkan di Polres untuk berangkat ke tempat bencana alam air pasang di Desa Bara," ungkap Kapolres Pulau Buru AKBP Ricky P. Kertapaty kepada Kabar Timur.

Menurutnya, tim terpadu diberangkatkan menuju lokasi bencana untuk memberikan bantuan kemanusiaan terhadap korban bencana alam tersebut.

"Tim diberangkatkan untuk beri bantuan awal penangan bencana," tandasnya.

Untuk diketahui, warga di Desa Bara, dibuat panik. Pasalnya air pasang yang tak biasa datang merendam perkampungan tersebut, Senin (2/12) sekira pukul 20.00 WIT.

Air pasang disertai gelombang keras, datang tiba-tiba menghantam sejumlah rumah warga. 4 rumah dikabarkan rusak. Sementara 11 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi.

Selain Desa Bara, Dusun Siompo dan Desa Wamlana, Kecamatan Fenalisela, Kabupaten Buru, juga mengalami peristiwa serupa. Masyarakat setempat terpaksa mengungsi karena menyangka air pasang disertai gelombang besar itu adalah tsunami.

Fenomena langka yang terjadi itu berlangsung Senin (2/12) sejak pukul 15.00 WIT dan pukul 20.00 WIT. Dampaknya, puluhan KK mengungsi. Di Desa Bara terdapat 11 KK dan 50 KK di Dusun Siompo serta Desa Wamlana. Sebanyak 61 rumah warga juga mengalami kerusakan ringan dan berat.

"Di Dusun Siompo terdapat 4 unit rumah rusak berat. Sementara di RT 13 dan RT 14 Desa Wamlana terdapat 46 rumah rusak ringan. Sementara di Desa Bara, ada 4 rumah rusak berat dan 7 rusak ringan," ungkap Kepala BPBD Buru, Hadi Zulkarnain kepada Kabar Timur, via selulernya tadi malam.

Menurut kepala stasiun Meteorologi Pattimura, BMKG Ambon, Oral Sem Wiral, mengaku fenomena langka itu ada kaitannya dengan siklon tropis Kammuri di Philipina.

Akibat siklon tropis tersebut, menyebabkan terjadinya Storm Surge atau adanya kenaikan muka air laut. Storm Surge terjadi karena ada siklon tropis, badai besar atau sering di sebut Topan.

Siklon tropis atau badai besar itu memicu terjadinya angin kuat. Hal ini kemudian mendorong angin itu menuju daerah pesisir. Angin ini memaksa permukaan air laut ke daerah pesisir pantai.

"Ini menyebabkan banjir atau pasang air laut. Storm Surge sangat berbahaya bagi masyarakat yang mendiami daerah pesisir," jelasnya tadi malam. (CR1)

Penulis:

Baca Juga