Sekilas Info

Mayat Anak di Bawah Umur Mengambang di Pantai Erie

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga di bibir pantai Dusun Erie RT 06 RW 01, Negeri Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu pagi (2/11).

Mayat yang baru diketahui bernama Ardy Marcelinda Tehupuring, warga Seilale Anahu, Kecamatan Nusaniwe, ini ditemukan tewas dengan posisi wajahnya menghadap ke awan.

Hingga kini, penyebab kematian anak di bawah umur itu belum diketahui. Pihak keluarga korban enggan melakukan otopsi. Mereka ikhlas menerima kematian anak berusia 17 tahun ini.

Ardy ditemukan meregang nyawa secara mengenaskan. Ia mengenakan celana pendek hitam dan kemeja berwarna mix abu-abu, hijau dan hitam.

Kapolsek Nusaniwe Iptu Pieter Matahelumual yang dikonfirmasi Kabar Timur membenarkan penemuan mayat tersebut.

"Betul," kata Matahelumual membalas pesan Kabar Timur melalui aplikasi whatsapp-nya, pagi tadi.

Matahelumual mengaku saat ini korban sementara dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku untuk divisum.

"Nanti keterangan lanjutan baru saya sampaikan," katanya.

Di waktu terpisah, perwira dua balak di pundaknya ini melanjutkan, korban yang diketahui memiliki gangguan kejiwaan ini ditemukan pertama kali oleh Jekson Peea (23), warga Dusun Erie RT 02 RW 01.

"Saksi melihat sosok jenazah korban tergeletak terapung di atas genangan air laut tepat di bawa Talud," tambah Matahelumual.

Melihat jenazah korban yang diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi (mati-mati ayan) itu, pemuda 23 tahun ini berteriak memanggil wrga setempat atau tepat di Kompleks Tisera.

"Selanjutnya kerumun warga datang menghampiri dan menyaksikan temuan jenazah tersebut," ucapnya.

Mengetahui adanya penemuan mayat itu Bhabinkamtibmas Negeri Nusaniwe, Brigpol Michael Pattilemonia bersama pernel Polsek Nusaniwe, PRC dan Tim INAFIS Polres Ambon dipimpin Kasat Binmas AKP Misionaris Nunuru, mendatangi lokasi kejadian.

"Korban memang secara psikologi menurut keluarga mengalami gangguan jiwa dan punya riwayat epilepsi. Pihak Keluarga meminta agar korban tidak di Otopsi dan jenazah diminta untuk dipulangkan," tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga