Sekilas Info

Ini Penyebab Terdamparnya Biota Laut di Tanimbar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Keresahan warga akibat adanya fenomena terdamparnya ratusan ikan, dan berbagai jenis biota laut di pantai Desa Lelingulan, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, ditanggapi BNPB.

Ahli tsunami BNPB Abdul Muhari, melalui siaran persnya dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, menyampaikan beberapa pandangan terkait peristiwa yang ditemukan pada Sabtu (12/10) lalu.

Siaran pers yang diterima Kabar Timur, Senin malam (14/10), tertulis, pertama, bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang menyimpulkan keterkaitan antara biota laut permukaan dengan aktivitas kegempaan dari laut yang biasanya bersumber pada lempeng dengan kedalaman lebih dari 1.000 meter.

"Biota-biota yang selama ini seringkali mati dalam jumlah besar kemudian terdampar di pantai adalah biota permukaan atau biota laut dangkal-karang, bukan biota laut dalam," ujar Muhari dalam pesan digital yang disampaikan

Fenomena terdamparnya biota laut dangkal, kata dia, sering kali disebabkan oleh fenomena upwelling atau arus naik ke permukaan. Biasanya fenomena itu membawa planton atau zat hara yang menjadi makanan biota laut dangkal.

Fenomena itu, lanjut dia, bukan merupakan efek aktivitas lempeng/sesar. Peristiwa yang terjadi tersebut juga tidak merujuk pada tanda-tanda akan muncul gempa besar.

Sementara itu, BMKG mencatat 1.516 gempa susulan pascagempa Maluku berkekuatan 6.8 SR kemudian dimutakhirkan menjadi 6,5 SR, Kamis (26/9) lalu.

Dari jumlah tersebut, 175 gempa susulan dirasakan oleh warga. Terkait dengan gempa tersebut, perkembangan terkini per 14 Oktober 2019, BNPB mencatat 148.619 warga masih mengungsi. Total rumah rusak di wilayah terdampak, yaitu Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Kota Ambon mencapai 6.355 unit dengan rincian total rusak berat 1.273 unit, rusak sedang 1.837 dan rusak ringan 3.245.

Korban meninggal tercatat 41 jiwa dan mereka yang masih terluka sebanyak 1.602. Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat masih melakukan upaya penanganan darurat. Sedangkan Provinsi Maluku dan Kota Ambon sudah melakukan upaya-upaya transisi darurat ke pemulihan. (CR1)

Penulis:

Baca Juga