Sekilas Info

Dinkes Akui Pengungsi Mulai Terserang Penyakit

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh mengakui ada sejumlah pengungsi yang masih menempati lokasi-lokasi pengungsian mulai terserang penyakit.

Penyakit yang menyerang para pengungsi ini kata Pontoh berupa batuk, pilek deman hingga kulit alami gatal-gatal.

"Penyebabnya faktor lingkungan berupa sanitasi apalagi setelah hujan air tergenang disekitar lokasi pengungsian. Meskipun tidak sampai banjir. Sehingga pengungsi gatal-gatal apalagi anak-anak,"sebutnya saat dikonfirmasi di Posko Penanganan Bencana Gempa Provinsi Maluku di aula Korem 151/Binaiya, Ambon, Kamis (3/10).

Ditambah lagi, kata Pontoh, di lokasi pengungsian pengungsi tidur tidak nyenyak, kena hujan di malam hari, kena matahari di siang hati, tidur diatas bebatuan sehingga badan-badan pegal, makan tidak teratur serta tidur dalam ketakutan sehingga mempengaruhi kesehatan.

Disinggung soal ketersediaan obat-obatan, Pontoh mengaku tersedia dalam jumlah yang cukup. "Insya Allah, cukup,"ujarnya.

Olehnya itu, Pontoh menghimbau agar para pengungsi bisa kembali ke rumah, mengingat sesuai data laporan dari BMKG, intensitas gempa semakin menurun. "Mari turun, BMKG mencatat goyangan gempa semakin menurun. Tidak seperti kemarin-kemarin. Tapi karena masih gempa jadi mungkin masih ada rasa takut,"tandasnya.

Sebelumnya, Humas Satgas Penanganan Bencana Gempa Provinsi Maluku, Frona Koedoeboen saat berikan keterangan pers mengatakan distribusi obat-obatan oleh Seksi Kesehatan juga sudah dikirimkan melalui Pos Rindam Waimital di SBB, Posko Rindam Suli, PKM Suli, Posko Waai, RS Lapangan Darussalam, Posko Liang, Posko Tengah-Tengah, PKM Haruku Sameth dan Kailolo, Kabauw, Rohomoni, Hulaliu, PKM Hila, PKM Hitu, PKM Mamala, Posko Waai dan Pustu Oma di Maluku Tengah.

Disamping itu juga kata Koedoeboen, upaya-upaya yang dilakukan Satgas melalui Seksi Kesehatan ini terhadap pengungsi diantaranya telah berkoordinasi dengan petugas PPAM yang berada di lapangan, mengumpulkan data kelomopok rentan, mengindentifikasi makanan balita serta mengirimkan surat permintaan ke PMT Balita di Kementerian Kesehatan terkait dampak bencana. (RUZ)

Penulis: kabartimur

Baca Juga