Sekilas Info

1.000 Koin dari Maluku Untuk Wiranto

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Ucapan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, yang menyebutkan besarnya pengungsi Maluku sangat membebani Pemerintah Pusat, berbuntut panjang.

Sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Paparisa Perjuangan Maluku 95, tidak terima dengan perkataan mantan Panglima ABRI itu. Mereka kemudian menggelar aksi diam 1.000 koin.

Pantauan Kabar Timur, aksi diam sebagai bentuk protes atas ucapan Wiranto ini dilakukan dengan cara mengumpulkan uang pecahan logam atau koin sebesar Rp1.000.

Dengan memakai tagar #Maluku Tidak Minta Gempa, para pemuda ini berjalan kaki menghampiri warga di sejumlah ruas jalan. Yaitu Sultan Hairun, Slamet Riyadi, hingga Jalan Ay Patty, Kota Ambon, Rabu (2/10).

Tampak, warga yang mengendarai kendaraan bermotor maupun pejalan kaki memberikan uang pecahan koin Rp1.000 secara sukarela. Mereka memasukan uang koin itu ke dalam kardus yang tertulis "Aksi Diam #Seribu (1000) koin dari Maluku untuk Wiranto Menkopolhukam."

Koordinator aksi Rido Pattikawa kepada Kabar Timur mengatakan, pernyataan Wiranto tersebut merupakan kekonyolan berpikir dari seorang pejabat negara.

"Wiranto tidak menyadari dan paham betul fungsi dan kewajiban negara terhadap negaranya. Terkait apa yang terjadi di Maluku, pasca gempa, itu bukan keinginan orang Maluku," tegasnya saat berjalan meminta uang koin pecahan Rp1.000.

Pernyataan Wiranto, tambah Pattikawa, sungguh membuat duka mendalam bagi segenap rakyat Maluku. Sebab, dengan pernyataan Wiranto tersebut, terkesan nyawa rakyat Maluku tidak lebih berharga dari sejumlah bantuan pemerintah yang telah disalurkan kurang lebih Rp3 miliar sampai dengan Rp4 miliar.

"Apakah nyawa rakyat Maluku begitu tidak berharga?. Demi harkat dan martabat rakyat Maluku, kami mengajak seluruh anak Maluku untuk bersama dalam aksi diam penggalangan 1.000 koin untuj Wiranto," pintanya. (CR1)

Penulis: kabartimur
Editor: kabartimur
Photographer: kabartimur

Baca Juga