Sekilas Info

Ribuan Warga Pesisir Jasirah Memilih Bermalam di Hutan

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON,-Masyarakat di pesisir Jasirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) hampir sebagian besar memilih akan bermalam di hutan berdataran tinggi.

Mereka mengaku takut ketika pulang rumah, tiba-tiba ada gempa susulan yang terjadi pada sore ataupun malam hari nanti.

"Kami tidak minta itu terjadi, tapi ikhtiar kan lebih bagus. Jadi, untuk hari ini, kami memilih bermalam di hutan dulu," ungkap sejumlah warga Hila yang berada di puncak hutan Waiteu, Taila, Nanihaha maupun Parangsana kepada Kabar Timur, Kamis (26/9)

Dikatakan, berkaca dari sejarah gempa Ambon tahun 1600-an silam, pesisir Leihitu menjadi wilayah yang paling dasyat dilanda gempa yang disusul tsunami saat itu.

Makanya, ketika ada gempa dengan guncangan tinggi, orang-orang pesisir jasirah akan berlari mencari tempat aman. Malah, lebih memilih tidur dihutan supaya tidak lagi merasa was-was jika ada gempa-gempa susulan.

"Itu sejarah gempa Ambon. Pesisir ini menjadi wilayah yang paling dasyat dilanda tsunami. Orang di jasirah tau akan hal itu. Makanya ketika gempa, pasti mereka berlari mencari tempat aman. Dan hutan dengan dataran tinggi yang menjadi tujuan mereka," kata Upang Launuru

Hal yang sama juga dikatakan Rusli Kiang. Warga asal Desa Mamala itu mengaku, masyarakat Mamala sebagian besar akan tidur dihutan.

"Karpet, tenda-tenda, logistik, dan bahan lainnya sudah dibawa naik ke hutan. Mungkin saja perlengkapan itu sekaligus untuk bermalam di hutan," jelasnya.

Di Desa Hitu, gempa membuat warga bergerak menuju arah dusun Telaga Kodok yang diketahui lebih tinggi datarannya. Disana, sejumlah warga duduk beralaskan tikar maupun perlengkapan seadanya.

"Adanya isu-isu liar soal nanti ada gempa susulan pada malam hari, membuat warga makin panik. Jadi mereka lebih memilih tidur malam di hutan dan dataran tinggi," kata S Pelu.

Bukan saja di desa-desa itu, masyarakat di desa Morella, Wakal, Kaitetu, Seith dan lainnya juga berbondong-bondong memilih duduk di hutan dataran tinggi. Perlengkapan untuk bermalam pun sudah disediakan. (MG3)

Penulis: kabartimur
Editor: kabartimur
Photographer: Rafsanjani/kabartimurnews

Baca Juga