Kapolda Maluku & Mahasiswa Papua-Papua Barat Jalin Silaturahim

ist

AMBON - Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan jamuan makan malam bersama  ratusan mahasiswa asal Provinsi Papua dan Papua Barat di Ambon merupakan ajang siaturahmi.

“Komunitas atau mahasiswa Papua dan Papua Barat yang ada di Ambon sebanyak 109 orang, Tidak ada hal penting yang kita bicarakan karena hanya berkumpul, bercengkerama, bersenda gurau dan bersilaturahim,” kata Kapolda di Ambon, Rabu (11/9).

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seratusan mahasiswa Provinsi Papua dan Papua Barat yang sedang menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi di Ambon, Kapolda menjamu makan malam berlangsung di kediaman Kapolda, Selasa (10/9) malam.

Kegiatan tersebut, kata mantan Kapolda Papua Barat itu, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi mahasiswa dari bumi Cendrawasih ini selama menempuh pendidikan tinggi di Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku.

“Silakan tinggal, kuliah, di Ambon ini aman, bebas intimidasi, tidak perlu ada kecurigaan terhadap siapapun. Kepolisian, pemerintah daerah, TNI tentunya memberikan jaminan keamanan 100 persen bagi siapapun yang ada di Maluku,” tegas mantan Kakorlantas Polri ini.

Kapolda menyampaikan, setelah munculnya isu rasialisme yang terjadi pada sejumlah daerah di Indonesia terhadap orang Papua, membuat jajaran kepolisian daerah Maluku lebih mempererat lagi hubungan persaudaraan antara Maluku dan Papua.

“Saya rasa orang Maluku begitu familiar dengan orang Papua, begitu juga sebaliknya, dan malam ini juga sekaligus saya bernostalgia bersama mereka, di mana 30 tahun lalu, saya bertugas di Papua, kemudian beberapa tahun lalu, saya bertugas sebagai Kapolda Papua Barat, sehingga saya dan adik-adik rindu akan Papua,” tutur Kapolda.

Dia menegaskan, pertemuan ini akan dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya. “Ke depan kita bertemu lagi. Masih ada banyak hal yang akan kita kenang dan lakukan,” ucapnya.

Kapolda turut memberikan semangat dan pesan bagi para mahasiswa asal Papua dan papua Barat. “Kasihan orang tua sudah berharap pergi jauh-jauh tinggalkan Papua untuk menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman agar kembali mengelola sumber daya alam Papua sehingga bisa maju seperti provinsi lain di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Papua dan Papua Barat di Ambon, Erwin Abisay memberikan apresiasi kepada Kapolda dan jajarannya yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Kapolda dan jajarannya karena sudah bersilarurahmi dengan kami dan selalu menjaga kami selama ini,” kata dia.

Erwin mengaku cukup merasa aman dan nyaman selama berada di Ambon meski di tengah gejolak seperti yang terjadi di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Ambon tetaplah merupakan tempat yang sangat nyaman.

“Di Ambon baik-baik saja, karena kami rasa kehidupan orang Ambon dan Maluku, sama saja dengan kita di tanah Papua. Orang Ambon dan orang Papua itu adik dan kakak sehingga tidak ada persoalan apapun di antara warga Ambon dengan orang Papua,” katanya. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga