Sekilas Info

Sekoci Kapal Nur Allya Ditemukan Tanpa Penumpang

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON- Satu unit life boat atau sekoci kapal MV Nur Allya yang hilang saat mengangkut nikel dari Ternate, Maluku Utara, ditemukan tim pencari gabungan. Tapi nasib 25 penumpang kapal naas itu, masih misterius.

Sekoci kapal yang hilang saat dari Pulau Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, hendak menuju Morosi, Sulawessi Tenggara, Selasa (20/8) lalu ini ditemukan rusak, terdampar di pesisir pantai Desa Fluk, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (30/8) lalu.

Melalui telepon genggamnya kepada wartawan di Ambon, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Ternate Muhammad Arafah mengatakan, sekoci yang ditemukan itu dipastikan milik kapal Nur Allya. Ini setelah nomor seri sekoci di identifikasi pihak perusahaan yang terlibat dalam pencarian.

“Pada tanggal 30 Agustus KN SAR 237 Pandudewanata bersama tim SAR gabungan menemukan life boat atau sekoci di pesisir pantai Desa Fluk, Kepulauan Obi. Pihak perusahaan sudah mengatakan sekoci tersebut milik kapal MV Nur Allya,” kata Arafah, Sabtu (31/8).

Meski menemukan sekoci kapal jenis kargo tersebut, namun dirinya belum bisa memastikan apakah kapal ini tenggelam atau tidak. Hal itu disebabkan pihaknya belum berhasil menemukan korban atau salah satu penumpang Kapal tersebut.

“Kami belum bisa menduga karena tidak ada saksi mata yang melihat kapal itu tenggelam. Saya mungkin akan mengatakan kapal tenggelam jika menemukan satu korban. Nah sampai saat ini korban belum kami temukan,” ungkapnya.

Sejak proses pencarian berlangsung, tambah Arafah, pihaknya baru menemukan tanda-tanda kapal tersebut yakni satu unit sekoci. Perahu penyelamat yang tampak berwarna orens pada bagian dasarnya itu ditemukan tanpa penumpang. 

“Sekoci yang kita temukan baru satu. Di dalam sekoci tidak ada isinya. Tidak menemukan apa-apa. Sekocinya dalam kondisi rusak,” tambahnya.

Selain sekoci, tim gabungan juga menemukan tumpahan minyak di Desa Boto, Obi Selatan. Ini setelah pihaknya menyisir Pulau Obi sebelah Barat, Timur dan Selatan. Kendati demikian, tumpahan minyak itu juga belum bisa dipastikan milik kapal Nur Allya yang dicari atau bukan.

“Sampel minyak sudah diambil pihak perusahaan. Nanti di identifikasi apakah tumpahan minyak itu milik kapal Nur Allya atau bukan,” katanya.

Arafah mengatakan, pada Sabtu (31/8) lalu, pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap keberadaan kapal tersebut. Pencarian kali ini dilanjutkan melalui pantauan udara. Pesawat milik TNI Angkatan Laut (AL) dikerahkan dari Bandara Pattimura Ambon.

“Hari ini (Sabtu) kita melakukan pencarian lewat udara menggunakan pesawat milik TNI AL. Tadi berangkat dari Ambon melakukan penyisiran di sekitar Pulau Obi dan landing di Bandara Sultan Babullah Ternate. Tapi hasilnya masih nihil,” pungkasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga