Sekilas Info

Akhirnya BM Akui Kebobolan Rp 1 Miliar di Cabang Banda

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Aset teller pembobol Bank Maluku, Cabang Banda, mulai disita  termasuk rumah, setelah mengakui perbuatan membobol kas bank plat merah itu, Rp 1 miliar.

Bocornya dana jumbo di Kantor Bank Maluku-Maluku Utara, yang baru beroperasi kurang lebih dua tahun, di Kecamatan Banda, Kabupaten, Maluku Tengah (Malteng), akhirnya diakui pihak manajemen bank itu.  Teller yang berinisial “YT” disebut sebagai pelakunya. 

“YT telah membobol kas bank tempatnya bekerja, di kantor PT. BM-Malut Cabang Banda Neira. Aksinya diduga sudah berlangsung lama,” kata Direktur Umum PT. Bank Maluku-Malut, Arief Burhanudin Waliulu  didampingi Komisaris PT MB-Malut usai melakukan rapat kerja dengan pimpinan dan anggota komisi C DPRD Maluku yang dipimpin Ketua Komisi Anos Yermias.

Dikatakan, berbagai langkah telah diambil manajemen antara lain mengamankan YT ke kantor pusat di Ambon, dan selama satu pekan akan optimal menyita seluruh aset yang dimilikinya, sedangkan untuk keputusan dan sanksi yang akan diambil, itu tergantung seluruh pemegang saham.

YT saat ini sudah dinonaktifkan sebagai teller di PT. BM-Malut Cabang Banda Neira dan saat diperiksa, yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya. “Kita sudah menanyakan kepada yang bersangkutan, apakah benar telah melakukan perbuatan itu. YT mengakuinya, dan untuk proses penyitaan aset kita lakukan terlebih dahulu sebelum dia dipecat karena dianggap tidak memberikan kontribusi,” tegas Waliulu.

PECAT KETUA SKAI

Sementara itu, revitalisasi PT Bank Maluku-Malut sudah saatnya dimulai dari pos paling strategis di tubuh bank tersebut, yakni Satuan Kerja Audit Internal (SKAI). Mirisnya, meski bagian yang tugasnya mencegah fraud atau kejahatan perbankan terjadi di tubuh bank ini, justru hal itu diduga pernah dilakukan oknum pimpinan di bagian tersebut. 

Adalah oknum Ketua SKAI berinisial “JL” ditengarai pernah terlibat fraud. Dari catatan yang dikantongi Kabar Timur, di tahun 2012, JL bahkan sudah diberi sanksi oleh dewan direksi PT Bank Maluku-Malut. 

Meski sanksi dirasakan tidak adil, karena yang bersangkutan hanya mendapatkan semacam surat “mosi tak percaya” dari dewan direksi, nyatanya beberapa pegawai Bank Maluku cabang Dobo Kabupaten Kepulauan Aru dipecat tidak hormat, akibat kebijakan improsedural JL ketika menjabat kepala cabang di bank tersebut. 

Modusnya, sms banking fiktif milik nasabah senilai Rp 1,6 miliar seolah sudah ditransfer ke Bank Maluku pusat. Tapi dananya ditarik kembali ke Bank Maluku Cabang Dobo yang dipimpin JL. Ketika ada temuan namun setelah tahun buku berakhir, jejak transaksi malpraktek ini dihilangkan. 

“Menghilangkan jejak transaksi ini yang pengurus nilai improsedural. Karena harus dipertanggungjawabkan dulu kalau mau dihilangkan,” akui sumber internal SKAI PT Bank Maluku-Malut, Rabu (28/8).

Di penghujung kariernya yang tinggal beberapa tahun lagi di bank pelat merah punya daerah ini JL hendak digadang-gadang menjadi Ketua Yayasan Koperasi Pegawai Bank Maluku. Tapi keinginan dewan direksi tersebut dinilai penuh resistensi dan rawan.

“Seperti yang terjadi selama ini yayasan itu digerogoti oleh lingkaran pengurus lama di Bank Maluku. Ini tidak boleh terjadi lagi, JL itu termasuk orangnya pengurus lama,” ingat sumber.

Terpisah Ketua Serikat Buruh (SP) Bank Maluku George Kailola dimintai komentarnya atas bocoran internal tersebut, mengaku, asal ada data valid SP bisa mempresure dugaan fraud tersebut ke ranah hukum. Sebab sebagai lembaga tempat berhimpunnya para karyawan, ujar dia, sanksi hukum harus adil untuk semua pihak di bank tersebut. 

“Ketua SKAI itu pejabat bank, dia notabene bankir, masa pegawai level bawah saja yang dipecat, ka bagaimana wartawan? Direksi harus kasih sanksi tegas, harus dipecat!” kata Kailola.

Namun, seperti yang menjadi SOP bank, fraud atau apapun itu, kata dia, biasanya diselesaikan secara internal lebih dulu. Di luar sanksi pemecatan, ujar dia, jika JL tidak beritikad baik menyelesaikan dana milik bank itu, baru lah pihaknya menyampaikan laporan ke institusi hukum.

Dimintai tanggapannya soal bocornya informasi dana milik bank yang bobol di Bank Maluku cabang Banda Naira sebesar Rp 1 miliar, menurutnya harus dikaitkan dengan Ketua SKAI itu. 

Sebelumnya diberitakan SP PT Bank Maluku-Malut meminta pertanggungjawaban pihak SKAI. Ketua SP George Kailola mempertanyakan siapa yang membocorkan rahasia internal bank tersebut.

“Tujuannya diduga untuk mendiskreditkan dewan direksi saat ini. Apalagi kalau bukan untuk mengganggu proses rekrutmen direksi dan komisaris yang sementara berjalan di OJK. Kita minta SKAI diusut,” timpal Kailola.

Sebelumnya diberitakan, Bank Maluku Cabang Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, kebobolan Rp 1 miliar namun kabarnya pengurus bank disinyalir menolak melapor ke aparat penegak hukum.

Bobolnya kas bank cabang tersebut, terjadi tidak sekaligus. Oknum teller berinisial YT sesuai temuan Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) PT Bank Maluku-Malut.

Diduga tindakan YT membobol kas bank tempatnya bekerja dan sudah berlangsung lama. “Kalau ada butuh, dia angkat Rp 100 juta, lalu Rp 200 juta. Tidak sekaligus, pelan-pelan,” terang sumber Kabar Timur, Jumat, kemarin.

Namun anehnya, setelah dilaporkan oleh SKAI maalh pengurus yang notabene dewan direksi menolak melapor ke Polisi. Soal modus yang dipakai YT membobol kas bank terungkap, kalau yang bersangkutan mengantongi password pimpinannya di Bank Maluku Cabang Banda Naira.

“YT mengantongi password aplikasi core-banking Bank Maluku cabang Banda Naira. Password ini seharusnya hanya diketahui pimpinan cabang bank itu,” kata sumber Kabar Timur. (KTA)

Penulis:

Baca Juga