Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Ekonomi & Bisnis

Pedagang Karung Bekas Panen Rejeki

badge-check


Pedagang Karung Bekas Panen Rejeki Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON- Pedagang karung bekas di kawasan pelabuhan Yos Sudarso Kota Ambon, panen rejeki.

Transaksi jual beli karung bekas cukup ramai. Beberapa warga menawarkan karung bekas untuk dibeli pedagang.

Rustam, pembeli asal Pulau Buru, mengatakan menawar karung bekas Rp4.500 per lembar, sebab harga karung yang dipatok penjual di daerah itu  Rp5.000 per lembar.

“Coba dulu mungkin saja bisa dapat, sebab saya membeli banyak, sekitar 200 lembar untuk bawa pulang ke Buru. Saya gunakan untuk persiapan panen cengkih,” ujarnya di Ambon, Kamis (22/8).

Rustam mengaku sulit mendapatkan harga Rp4.500 per lembar, sebab penjual tetap mempertahankan harga. Dia terpaksa membeli Rp5.000.

Latif, pedagang karung bekas, mengaku harga karung bekas yang dipatok Rp5.000 per lembar, ukuran 20 kg dan 50 Kg. Ada juga yang ukuran 10 Kg. “Tetapi selama ini yang paling diminati warga ukuran 20 kg dan 50 Kg,” kata Latif.

Keuntungan yang diperoleh dari tiap lembar sebesar Rp500. “Jadi kalau ada pembeli yang menawar Rp4.500 tidak saya jual karena tidak dapat untung,” kata warga Desa Waiheru, Ambon ini.

Karung bekas yang dijual kata Latif, dibeli dari warga yang menjual kepadanya.

Dalam sehari ada juga yang tidak laku, ada “Penjualan karung bekas ini pedagang meraup keuntungan tergantung pembeli. Kalau ada  warga yang memerlukan cukup banyak, lumayan mendapat untung, sebab harga karung ini tidak bisa ditawar,” ujar pria 70 tahun. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

BI Maluku Jamin Ketersediaan Uang Rupiah Layak Edar di Wilayah 3T

30 April 2026 - 20:49 WIT

PPN Ambon Gandeng UPI Perkuat Usaha Perikanan

28 April 2026 - 09:51 WIT

Pemprov Maluku Gandeng Kadin Berdayakan UMKM Buka Investasi

28 April 2026 - 09:45 WIT

BPPP Ambon Siapkan “Pasukan” Perikanan Go International

27 April 2026 - 01:06 WIT

Maluku Siapkan 133 Ton Ikan Beku Hingga Lebaran

24 Februari 2026 - 02:48 WIT

Trending di Ekonomi & Bisnis